Mohon tunggu...
Herry Mardianto
Herry Mardianto Mohon Tunggu... Penulis - Pensiunan

Suka berpetualang di dunia penulisan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rindu

15 November 2023   15:01 Diperbarui: 15 November 2023   15:19 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Di depanmu/Foto art: Hermard

Kali ini aku menjelma menjadi secangkir kopi yang akan setia tercecap  di garis bibirmu. Sialnya seekor lalat terpeleset di tikungan hati.

"Plung!"

Air gelisahku bergetar. Matamu menajam ke lalat terkutuk yang mengoyak hasratku.

Bibirmu terkatup. Rinduku berkaca-kaca. Tak jadi menelusuri detak jantungmu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun