Mohon tunggu...
Hera Veronica Suherman
Hera Veronica Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Suka Musik Cadas | Suka Kopi seduh renceng | Suka pakai Sandal Jepit | Suka warna Hitam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Negeri Para Bedebah

24 April 2021   15:12 Diperbarui: 24 April 2021   19:24 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source : WallpaperBetter.com

Di Negeri Para Bedebah

Di Negeri Para Bedebah
apa-apa yang semestinya mudah
dibuat menjadi susah

Mencipta resah meruah
serta keluh kesah membuncah
menanti saat pecah bak bisul bernanah

Hanya bisa mengusap dada
menyulam nelangsa di antara
tenunan dan pintalan rasa kecewa

Di Negeri Para Bedebah
setitik asa nyaris punah
dihimpit susahnya mencari rupiah

Sebab serakah acap kali
diberi pakan hingga gemuk
seperti Sapi Kurban

Dan mulut-mulut lapar
tak pernah kenyang meski
disumpal fulus hasil akal bulus

Di Negeri Para Bedebah
carut marut kian bertambah parah
alhasil hanya bisa menelan ludah

Basah teramat basah dan
banyak lahan basah guna digarap
demi hidup mewah sementara jelata

Terpuruk dalam derita dan hanya
disuguhkan drama di panggung sandiwara
dalam dagelan konyol tak ada habisnya

Hanya bisa menatap dengan liur menetes
tes.tes.tes seperti suara air hujan
yang bocor dari atap genting

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun