Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Membingkai peristiwa untuk menemukan makna. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Suroboyo Bus, Moda Alternatif Wisata di Dalam Kota (Bagian 2/2)

12 April 2019   17:00 Diperbarui: 12 April 2019   17:04 452
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Warna pink untuk wanita. Warna merah untuk lansia dan kebutuhan khusus (ibu hamil dan difabel). Penumpang umum, pilih yang warna oranye, ya... Tempatnya di bagian belakang setelah pintu masuk yang di tengah-tengah bus. Jadi jangan asal duduk ya... Kecuali sama crew diijinkan dan bus dalam keadaan tak penuh atau sepi.

its-09-5cafbdae3ba7f7172c151ee5.jpg
its-09-5cafbdae3ba7f7172c151ee5.jpg
 

Jika pada koridor selatan-utara, sampah plastik disetor ke halte terminal Purabaya atau halte Jalan Rajawali, maka bus koridor timur-barat menyetorkannya pada gedung parkir khusus (Park and Ride) yang ada di Mayjen Sungkono (daerah TVRI Jawa Timur).

Di gedung parkir ini, penumpang juga dapat membeli oleh-oleh khas Surabaya atau sekadar ke toilet. Atau kalau mau makan minum ringan, juga boleh. Sebab, di dalam bus, hal itu dilarang. Sementara itu, crew bisa beristirahat atau berganti shift.

its-10-5cafbdbb3ba7f714a07fe252.jpg
its-10-5cafbdbb3ba7f714a07fe252.jpg
 

Memanjakan Warga

Nah, berhubung bus berikutnya sudah datang, maka bus terdahulu siap-siap melanjutkan perjalanan. Awas, jangan sampai ketinggalan, ya... Kasihan penumpang yang lain. Crew-nya cukup sabar. Masih ditunggu kalau ada rombongan yang tertinggal. Jadi, jangan jauh-jauh kalau pergi, dan usahakan pamitan dulu, kalau memang menunggu bus berikutnya.

Ops... baterei hape mau habis? Tenang, pada bus generasi baru ini, sudah menyediakan. Wah, asyik juga. Penumpang seakan dimanja... Tapi kabelnya bawa sendiri, jangan pinjam, hehe...

its-11-5cafbddb3ba7f77df85db2f6.jpg
its-11-5cafbddb3ba7f77df85db2f6.jpg
 

Jika pada kondisi ramai seperti berikut, tetap tenang. Bisa turun dengan nyantai. Tidak perlu kesusu dan grusa-grusu. Tak usah terburu-buru, lantas panik, lalu kebablasan haltenya. Cukup tekan tombol warna merah pada besi fungsi pegangan ini. Bus ini tak seperti seperti moda konvensional. Semua serba otomatis. Dan tak perlu lagi teriak-teriak kalau mau turun, ya... :)

its-12-5cafbe0f95760e49a156e09d.jpg
its-12-5cafbe0f95760e49a156e09d.jpg
Suroboyo Bus sebenarnya diperuntukkan sebagai alternatif angkutan massal. Namun dalam perkembangan, pemanfaatannya, layaknya bus wisata dalam kota. Padahal, sebenarnya bus wisata itu sudah tersedia jauh sebelum Suroboyo Bus ini hadir. Namanya bus Surabaya Heritage Track (SHT) atau sebutan lain Surabaya Shopping and Culinary Track (SSCT) Tour Bus. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun