Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Founder PKPS di Indonesia | Founder Firma AH dan Partner | Jakarta | Pendiri Yayasan Kelola Sampah Indonesia - YAKSINDO | Surabaya. http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pesan Politik Prabowo ke Mega dan Jokowi dari Sentul Bogor

13 Agustus 2022   03:07 Diperbarui: 13 Agustus 2022   06:22 768
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam perjalanan 2019-2022 ada situasi berubah, Megawati diprediksi sangat ingin menjagokan Puan Maharani sebagai Capres 2024, mungkin ambisi itu terkatrol setelah menjadi Ketua DPR RI.

Sementara Jokowi melihat kondisi Megawati berubah, maka ikut pula berubah haluan atau arah dan mendorong Ganjar Pranowo untuk maju sebagai Capres 2024. [Baca: Perahu Cadangan]

Kalau benar Megawati dan Jokowi berbeda sikap, juga terlebih mendukung Ganjar, karena bisa dianggap penurut. Semua menjadikan musibah yang dahsyat bagi Megawati, berhadapan dengan dua orang yang dibesarkannya di PDI-P.

Baca juga: Inilah KIB Perahu "Cadangan" Suksesor Presiden Jokowi di Pilpres 2024

Sepertinya pidato politik Prabowo di Rapimnas Gerindra malam ini, kalimat yang selalu mengulang adalah "ingat dan jangan lupakan sejarah" sepertinya ini sindiran atau sebagai pesan ke Jokowi, agar pertimbangkan Ganjar, re-Think.

Diharapkan Jokowi dan Ganjar bisa kembali mengingat sejarah atas dukungan Megawati dan dirinya, PDI-P dan Gerindra. Dimana disana Jokowi dan Ganjar besar dan dibesarkan. Artinya baik PDI-P maupun Gerindra, Jokowi jangan lupa sejarah itu.

Memang benar bahwa Jokowi dibesarkan oleh Megawati dan Prabowo. Berapa kali Prabowo menyebut dan menyanjung kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sampai kehebatan Presiden Jokowi merebut hati Prabowo, semua disebut pada pidato itu. Tentu dengan harapan bahwa Jokowi jangan lupa sejarah. Inilah salah satu aspek menjadikan Dilematis Jokowi Vs Megawati Menuju Pilpres 2024.

Jadi adanya Deklarasi Gerindra dan PKB itu, hanya sebagai langkah memastikan tiket menuju Pilpres bagi Gerindra dan PKB. Apakah Cak Imin membaca semua ini? Tentunya ya.

Baca juga: Genderang "Perang" Jokowi Vs Megawati Ditabuh Melalui Musra Relawan Projo

Pesan Bermakna Paradox

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun