Mohon tunggu...
Handy Pranowo
Handy Pranowo Mohon Tunggu... Lainnya - Love for All Hatred for None

Penjelajah

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Berpisah

6 Mei 2021   21:30 Diperbarui: 6 Mei 2021   22:02 226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi. Berpisah (pixabay.com)

Hujan turun, derita dan hati basah kuyup.

Aku memelukmu dalam genangan kisah yang lambat laun luntur.

Sajak ini yang penuh rindu pun tenggelam tak lagi timbul.

Sayup-sayup air matamu melambaikan pisah pada jarak yang akan luput tersentuh.

Bayanganmu pecah, berserakan di mataku menjadi daun-daun berguguran. 

Tak ada lagi yang tersisa semua terlanjur menjadi angan-angan. 

Lenyap satu-persatu dan tak mungkin lagi kita pungut.

Dan di tengah hujan yang kian asing kita berpisah lepas berpagut.

Barangkali ini waktunya menyegerakan diri kembali menjadi utuh.

Semoga tak ada sesak yang membuat kita susah tidur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun