Mohon tunggu...
Hamdanul Fain
Hamdanul Fain Mohon Tunggu... Penulis - Antropologi dan Biologi

Membuat tulisan ringan. Orang Lombok, sekaligus orang Buleleng-Bali.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Hijau

1 November 2022   22:58 Diperbarui: 1 November 2022   23:21 39
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Mestilah kusesali
Jika daun-daun telah menguning
Daripada mata
Yang terhipnotis satu warna
Hijau...

Laut mengayun
Laksana tari perut
Aku melamun
Teh kuseruput
Daun lamun bergoyang
Stres menghilang
Tergila-gila satu warna
Hijau...

Embun pagi
Tanpa kopi sembalun
Kabut menusuk
Tulang menggigil
Kusadari begitu indah
Satu warna
Hijau

Mengitari pulau penuh warna
Hijau lebih dulu menyapa
Lombok terlalu memesona
Tapi mengapa, hijau selalu mengintimidasi kepala

Dan aku terlena
Satu warna...

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun