Mohon tunggu...
Hadi Santoso
Hadi Santoso Mohon Tunggu... Tukang Nulis

Pemungut kisah dari lapangan. Pencerita. Pewawancara. Pernah sewindu bekerja di "pabrik koran". The Headliners Kompasianival 2019. Nominee 'Best in Specific Interest' Kompasianival 2018. Saya bisa dihubungi di email : omahdarjo@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

"New Normal" bagi Pekerja Media, Bagaimana Penerapannya?

21 Mei 2020   11:13 Diperbarui: 23 Mei 2020   05:56 199 22 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"New Normal" bagi Pekerja Media, Bagaimana Penerapannya?
Begini cara pekerja media di Jerman menjalankan pekerjaannya--theathletic.com

New normal juga tentang berperilaku hidup sehat

Tapi, yang sulit diubah adalah kebiasaan wartawan melakukan wawancara door stop alias 'wawancara cegat'. Jenis wawancara ini dilakukan ketika wartawan bertemu narasumber dan langsung bertanya perihal informasi yang ditanyakan tanpa melalui jumpa pers.

Dalam prakteknya, wawancara gaya ini memang sulit menerapkan physical distancing. Sebab, wartawan dan narasumbernya berdekatan. Bila tidak berdekatan, bagaimana bisa menyampaikan pertanyaan dan mendengarkan jawabannya.

Pendek kata, sulit melakukan wawancara door stop "jaga jarak" seperti yang dilakukan wartawan Jerman di pertandingan Bundesliga pada akhir pekan kemarin. Namun, new normal tentunya tidak hanya tentang perubahan pola kerja.

Melansir dari Kompas.com, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan, istilah new normal lebih menitikberatkan perubahan budaya masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

"New normal adalah perubahan budaya. (Misalnya) Selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), memakai masker kalau keluar rumah, mencuci tangan, dan seterusnya," ujar Yuri.

Ya, selain menerapkan cara baru dalam menjalankan pekerjaannya demi mendapatkan berita, new normal bagi para pekerja media juga tentang perubahan budaya selama bekerja.

Bahwa, kini, selama mereka bertugas, para pekerja media harus memakai masker. Harus sedia hand sanitizer. Dan bila memungkinkan rajin cuci tangan dengan sabun di lokasi peliputan. Tentunya tetap berusaha menjaga jarak dan membatasi kontak.

Di sisi lain, pihak perusahan media seharusnya juga mengikuti cara new normal ini. Semisal institusi tempat wartawan bekerja tidak mengharuskan wartawan datang ke kantor untuk keperluan absensi maupun rapat selama masa pandemi ini. Toh, rapat bisa diganti melalui diskusi virtual.

Pada akhirnya, dengan wabah ini belum jelas kapan akan berakhir, kita yang masih bekerja di luar rumah (bukan hanya pekerja media), memang harus menjalankan pola hidup normal versi baru. Sebab, itulah cara untuk 'berdamai' dengan situasi wabah ini. Semoga semuanya tetap sehat dan bisa bekerja dengan aman dan nyaman. Salam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN