Mohon tunggu...
Grady Krisandi
Grady Krisandi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Tingkat Akhir Program Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Seorang mahasiswa program pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang telah menyelesaikan skripsi dan melakukan berbagai penelitian terpublikasi jurnal nasional maupun internasional, memiliki minat dalam dunia medis dan menulis ilmiah.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Journaling: Metode "Healing" Generasi Z Berbasis Bukti Kedokteran di Era Digitalisasi

18 November 2022   15:39 Diperbarui: 19 November 2022   12:31 660
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi aktivitas jurnaling bisa jadi metode healing. Sumber: Fellers Photography via Kompas.com

Era Digitalisasi Pemicu Rasa Cemas

Di era digitalisasi saat ini, perubahan terjadi dengan sangat cepat sehingga mendorong individu untuk beradaptasi dengan sangat cepat. Tentunya, dengan perubahan yang begitu cepat, terdapat banyak ketidakpastian dan sulit memprediksi akan apa perubahannya, kapan terjadi perubahannya, dan bagaimana perubahan tersebut akan terjadi.

Sebuah studi di Jerman menemukan bahwa ketidakpastian dan tekanan untuk beradaptasi dengan cepat dapat menimbulkan rasa cemas. Karena hal tersebut, generasi Z saat ini yang hidup di era digitalisasi sangat rentan akan timbulnya rasa cemas pada dirinya.

Dengan demikian, generasi Z harus mengetahui cara mencegah dan mengatasi rasa cemas yang dapat timbul pada dirinya kapanpun dan di manapun. Salah satu metode yang mungkin sudah sering didengar adalah journaling untuk mengatasi rasa cemas.

Journaling: Metode "Healing" Generasi Z

Journaling mungkin sudah tidak asing bagi generasi Z dan dianggap sebagai metode healing bagi beberapa orang. Journaling sendiri merupakan kegiatan mencatat kegiatan serta perasaan yang dirasakan.

Sebenarnya, journaling sudah diterapkan sebagai metode psikoterapi dan beberapa bentuknya mencakup expressive journaling dan gratitude journaling. Expressive journaling, seperti namanya, merupakan metode journaling yang berfokus pada pikiran dan perasaan yang sedang atau telah dialami.

Di lain hal, gratitude journaling, merupakan metode journaling yang berfokus pada aspek positif kehidupan. Namun, sebenarnya, seberapa efektifkah melakukan journaling dalam mengurangi kecemasan berdasarkan bukti kedokteran yang ada saat ini?

Ilustrasi journaling, sumber: iStock.
Ilustrasi journaling, sumber: iStock.

Bukti Kedokteran Efektivitas Journaling dalam Mengurangi Rasa Cemas

Banyaknya studi yang meneliti efektivitas journaling dalam mengurangi rasa cemas sudah banyak dilakukan. Namun, bukti studi yang tersebar akan menyulitkan penarikan kesimpulan. Pada Maret lalu, sebuah kajian sistematis dan meta-analisis yang dilakukan oleh Sohal M, dkk berjudul "Efficacy of journaling in the management of mental illness: a systematic review and meta-analysis" di jurnal Family Medicine and Community Health telah terbit.

Hal ini membantu dalam memperkuat bukti yang ada karena kajian sistematis dan meta-analisis merupakan bukti tertinggi dalam dunia kedokteran dan merupakan analisis dari seluruh studi yang ada sehingga membantu klinisi/dokter menarik kesimpulan dalam hal yang ingin diketahui.

Berbagai studi yang diinklusikan dalam kajian sistematis tersebut mencakup studi-studi yang melakukan journaling dengan kisaran sebanyak 2-4 hari berturut-turut selama 15-20 menit setiap harinya. Berdasarkan hasil kajian sistematis tersebut, studi menunjukkan bahwa journaling dapat menurunkan rasa cemas sebanyak 9%.

Sayangnya, hanya ada satu studi yang meneliti efektivitas gratitude journaling terhadap rasa cemas sehingga belum dapat menarik kesimpulan jenis journaling yang efektif. Namun, bila ditinjau secara keseluruhan, baik expressive atau gratitude journaling memiliki dampak yang moderat dalam menurunkan rasa cemas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun