Mohon tunggu...
Taruli Basa
Taruli Basa Mohon Tunggu... Wiraswasta - Auroraindonet.com

Penulis buku 12 Aktivitas Menyenangkan Penerbit Grasindo, buku IMAGO DEI (Segambar dan serupa dengan Allah) tentang perjalanan missi ke daerah, buku mata pelajaran TK, penulis narasi, cerita pendek dan juga puisi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gue Pilih Peduli, Kalau Loe?

9 Januari 2022   20:40 Diperbarui: 9 Januari 2022   20:57 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memang ada beberapa sikap ketika kita bertemu dengan ODGJ, yang pertama pasti kita merasa takut, takut dikejar, apalagi yang mengejar adalah ODGJ pria, dan yang dikejar adalah wanita pujaan hatinya. Hal ini menjadi masalah dalam kehidupan orang yang waras. 

Seperti yang saya sampaikan diatas, bahwa cintapun dapat menjadi bermasalah, sebagai orangtua jangan pernah menjanjikan sesuatu terhadap anak-anak untuk menikah dengan anak orang lain tanpa sepengetahuan keluarga perempuan atau keluarga laki-laki, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari. 

Mempunyai pengalaman dikejar-kejar ODGJ pria selama dua tahun adalah pengalaman yang tidak terlupakan seumur hidup. Sewaktu masih kecil orang tua laki-laki telah menanamkan di pikiran anaknya bahwa gadis yang akan dinikahi dia kelak adalah si A, tetapi tanpa pengetahuan dari keluarga si gadis, dan si gadispun tidak tahu menahu. 

Setelah lelaki tersebut bekerja bertahun-tahun dan si gadis masih kuliah, si lelaki datang ke rumah sigadis mengungkapkan cintanya dan langsung melamar, tetapi sepertinya sudah sedikit bermasalah dengan pikiran laki-laki ini. Hingga penolakan demi penolakanpun terjadi. Awalnya masih setengah waras dan sampai ODGJ. 

Setiap hari dia menggedor gedor pintu, kadang si gadis langsung cepat-cepat mengunci pintu rumah, dia akan berkeliling di rumah si gadis, jika si gadi lupa menutup semua jendela dia akan bersembunyi di bawah meja atau dikamar mandi, sampai pria tersebut pergi, kadang perginya lamaaa banget. 

Si gadispun ketakutan setiap hendak pergi kuliah, karena dia setiap hari sudah nongol di depan rumah si gadis. Si gadispun kuliah harus melewati pintu belakang rumah dan menyeberang sungai. Saat pulang kuliah, si gadis harus melihat apakah pria tersebut ada di simpang rumah si gadis, kalau dirasa aman, si gadis lari sekencang-kencangnya agar dapat sampai di rumah, dan jika dia nongol tiba-tiba di belakang si gadis, dan aksi kejar-kejaranpun terjadi, karerna dia suka bersembunyi agar tidak ketahuan oleh si gadis. 

Selama dua tahun si gadis tak bisa hidup dengan tenang, kadang dia juga merasa kasihan dengan pria tersebut, dia menunggu di pintu rumah dan kadang ibunya datang menjemputnya. 

Keluarga si gadispun menasehati keluarga laki-laki, mengapa memberi janji kepada anak tanpa sepengetahuan keluarga si gadis, jangan menyalahkan keluarga si gadis karena tidak tahu menahu perjanjian apa yang mereka berikan kepada anak mereka. Walaupun hingga hari ini si gadis kalau melihat ODGJ pria masih ketakutan, tetapi dengan ODGJ wanita masih tetap peduli.

Setelah memperhatikan beberapa tahun, ODGJ hanya mengingat rute yang setiap hari dia lalui. Jika dia melalui jalan A, maka setiap hari jalan A itulah yang akan dijalani. Jika seseorang peduli, sayang, memberi makan dan tumpangan dia akan ingat selamanya dan ODGJ tersebut akan mengingatnya. Hal ini telah saya perhatikan dari dua orang ODGJ satu pria dan satu wanita yang sering lewat dari depan rumah. 

Sejak dari tahun 2019, saya sudah memberinya makan, kadang dia tiba-tiba nongol di depan pagar, dan minta makan. Dia sudah mengenal saya, bahkan dimanapun saya bertemu dia, dia langsung menjulurkan tangannya meminta sesuatu. Saat itu hujan lebat dan tiba-tiba dia nongol di depan rumah, dia meminta makan. 

Seperti biasa saya akan memberinya makan, saat itu asisten rumah tangga mengatakan pakai box plastik saja makannya tante, saya sampaikan, jangan dia juga adalah manusia sama seperti kita mba. Tubuhnya sudah menggigil kedinginan, karena hujan lebat, sembari dia makan, saya memberinya teh manis hangat agar tubuhnya hangat. Saat saya memperhatikannya, dia berkata ini, mau, nah, dia mau menyuapin saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun