Rasull abidin
Rasull abidin Wirausaha

hidup itu indah

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kelu

12 Oktober 2018   09:52 Diperbarui: 12 Oktober 2018   10:22 196 1 0
Kelu
Sketsa by. S.Subadri

Lelaki bertangan seribu menjilati kenang ia rundukkan bulan di dahinya,

Gerimis jatuh dalam riam riam waktu,

lama ia bersila, mencari gambaran wajah wajah awan yang pudar

rupamu diambang gelap terang,

Ia sempoyongan mendaki gunung gunung mabuk,

ia mabuk kerinduan, ohhh..matanya secerah matahari.

Lelaki berambut api yang kaku dan bertangan besi,

terhuyung-huyung memanggul segunung bayang gelapnya sendiri,

batinnya kelu,

cuaca di luar menunggu, wajahnya yang pasti masih sama,

sebiru benakmu.

menataplah kepada langit, lalu ke tanah

remah remah rindumu mengecambah bersama cuaca,

sedemikian,

dan sedemikian...

tapi hatimu kelu,

lama kau duduk merundukkan bulan di keningmu,

mencari cahaya,

dan untuk kau genggam lalu mengitari kegelapan fikiran,

semu,sesemu memandang cakrawala

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2