Mohon tunggu...
Gladys Devina
Gladys Devina Mohon Tunggu... Jurnalis - Seorang penulis muda yang mencoba berkarya

//nyaman mengungkap rasa lewat aksara dan nada//

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Asmara di Kota Surakarta

9 Maret 2020   19:06 Diperbarui: 9 Maret 2020   18:59 2175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Buku ini memiliki tema kisah cinta anak SMA yang diceritakan penulis dengan alur campuran. Sebagian besar buku ini ditulis dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Penulis menceritakan semua hal tentang tokoh-tokoh yang ada, mulai dari tindakan, pikiran, bahkan isi hati mereka. Namun, pada bab Sedikit Tentangku dan Gerbong-gerbong Mimpi, penulis menggunakan sudut pandang orang pertama. Pada Sedikit Tentangku, Arial menceritakan dirinya dan pada Gerbong-gerbong Mimpi, giliran Adara untuk mengungkapkan isi hatinya.

Latar tempat dari buku ini adalah di kota Surakarta atau Solo. Saya menduga, penulis menggunakan kota ini sebagai latar karena saat ini penulis sedang melanjutkan studi di UNS yang berlokasi di kota yang sama sehingga penulis tahu betul nama-nama tempat di Solo. Nama-nama tempat yang digunakan memang benar ada pada kenyataannya. Latar suasana yang sering dimunculkan adalah kesedihan dan kegalauan. Hal ini sejalan juga dengan kepribadian penulis yang melankolis, seperti yang tertulis pada deskripsi tentang penulis di bagian akhir buku ini.

Sampul buku ini berwarna putih dengan ilustrasi sosok Arial dan Adara. Saat menulis di Wattpad, penulis sering memasang foto Angga Yunanda dan Yasamin Jasem untuk menggambarkan tokoh Arial dan Adara. Maka, tak heran apabila gambar kartun pada sampul buku ini sekilas mirip dengan Angga dan Yasamin. Di dalam buku, terdapat pembatas buku kecil berbentuk lilin yang sedang menyala dengan tulisana Arial & Adara.

Saya tidak bisa banyak menulis mengenai hubungan cerita ini dengan latar belakang dan kondisi sosial yang dialami penulis karena Bagas merupakan penulis yang cukup baru dan belum ada orang yang mengulas tentang biografinya. Untuk mengetahui tentang pribadi penulis, saya hanya bisa mencari informasi melalui akun-akun media sosial miliknya. Maka, saya hanya bisa menduga bahwa tema kisah cinta anak SMA dipilih oleh Bagas karena penulis masih duduk di bangku kuliah dan belum terlalu lama lulus dari SMA sehingga topik itu masih merupakan topik yang hangat dan erat dengannya.

Tentunya, tujuan seorang penulis membuat karya, selain untuk menghibur pembacanya, adalah untuk menyampaikan suatu pesan moral. Ada banyak nilai hidup yang bisa dipelajari dari buku ini. Pertama adalah tentang persahabatan dan kesetiakawanan. Walaupun Arial punya banyak masalah, Adara tidak meninggalkannya, tetapi justru terus mendukung Arial. Saat Adara mulai membalap prestasi Arial, Arial pun tidak serta merta marah kepada Adara. Nilai selanjutnya adalah tentang pengorbanan dan daya juang. Arial tidak pernah hanya memikirkan dirinya sendiri. Ia merasa perlu bertanggung jawab atas nama “Sakti” yang diberikan kedua orang tuanya kepada dirinya. Arial juga tak kenal lelah berjuang untuk mempertahankan posisinya sebagai juara umum di sekolah, menghidupi keluarganya, dan melawan rasa sakit dalam dirinya. Terakhir, nilai yang ingin disampaikan penulis melalui buku ini adalah tentang kesabaran. Memang, ada banyak rintangan yang harus dihadapi dan semuanya tidaklah mudah, tetapi Arial tetap sabar dan tegar dalam menghadapi semuanya itu.

Kelebihan dari buku ini adalah pesan moral yang baik. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, buku ini ingin mengajarkan nilai kesetiakawanan, pengorbanan, daya juang, dan kesabaran kepada pembaca-pembacanya. Cerita tak hanya dikemas dalam bentuk narasi atau percakapan biasa, tetapi terdapat selipan puisi-puisi indah yang menggambarkan situasi dan perasaan tokoh. Ceritanya juga ringan sehingga mudah dimengerti. Pemilihan font juga tepat, sehingga tulisan nyaman untuk dibaca.


Kekurangan dari buku ini adalah ada banyak kesalahan penulisan atau typo, seperti penggunaan tanda baca, penulisan kata depan, serta nama tokoh yang tiba-tiba berubah di tengah cerita, dan kesalahan dalam penulisan, misalnya grammar bahasa Inggris. Selain itu, alur cerita cukup mudah ditebak. Penokohan dalam buku ini juga saya rasa kurang kuat. Misalnya, sempat disebutkan bahwa Arial menghargai lawan bicara, tetapi ia selalu membawa buku saat pergi dengan orang lain. Pembatas buku yang menjadi bonus dalam buku ini terlalu kecil dan cukup rapuh sehingga pembaca juga akan sedikit sulit untuk mencari halaman terakhir yang mereka baca dan pembatas mudah terlipat.

Menurut saya, buku ini sebaiknya dibaca oleh remaja SMA yang suka dengan novel bertema romance dan mau membaca novel yang ringan. Cerita dalam buku mengandung nilai-nilai yang sangat baik apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: Angela Gladys Devina

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun