Mohon tunggu...
Fauziah Wahyudiansari
Fauziah Wahyudiansari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2023 Universitas Negeri Yogyakarta

Saya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNY yang tertarik dengan kepenulisan dan topik perjalanan.

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Mengintip Sejarah di Balik Sakralnya Museum Keraton Surakarta

5 Mei 2024   09:15 Diperbarui: 5 Mei 2024   09:34 163
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: Pribadi

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Surakarta tanpa mengunjungi salah satu museum bersejarah ini. Museum Keraton Surakarta mencatatkan sejarah dan peninggalan para raja yang pernah berkuasa di sana. Berlokasi di pusat kota Solo, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, menjadikan pengunjung mudah mengakses destinasi edukasi ini. 

Keraton Surakarta Hadiningrat sendiri dirancang oleh Pangeran Mangkubumi yang kelak bergelar Sultan Hamengku Buwana I. Hal ini disebabkan karena beliau pernah memberontak kemudian mendirikan kesultanan Yogyakarta, sehingga arsitektur kedua keraton memiliki banyak kesamaan. 

Salah satu bagian dari Keraton Surakarta Hadiningrat adalah Museum Keraton Surakarta atau disebut juga Museum Suaka Budaya. Museum ini menempati bangunan kadipaten yang digunakan sebagai pusat administratif pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana X pada 1893-1939 silam. 

Konferensi Pacific Asian Tourism Association (PATA) di Solo pada 1963 mempelopori terbentuknya Museum Art Gallery Keraton. Bertepatan dengan KGPH Jatikusumo menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi maka keinginan memamerkan peninggalan bersejarah keraton segera direalisasikan.

Hal ini juga berkat bantuan KGPH Hadiwijaya (kepala Museum Radya Pustaka) serta Go Tik Swan (kepala Kantor Administrasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat). Namun, terjadi perubahan penyebutan Art Gallery menjadi Museum Suaka Budaya Keraton Kasunanan Surakarta guna memudahkan wisatawan mengingat tempat bersejarah ini. Kemudian, museum ini diresmikan oleh Ibu Fatmawati pada tahun 1963 dan didampingi oleh KGPH Jatikusumo. 

Pembangunan museum ditujukan untuk melindungi dan menyimpan benda-benda bernilai arkeologis peninggalan Keraton Surakarta. Terdapat juga 13 ruangan berisi benda-benda bersejarah, seperti foto raja-raja, keris, patung, gamelan, hingga kereta kencana. Bahkan saat ini koleksi berasal dari 3 periodisasi berbeda, yaitu Hindu Buddha, Islam, dan Kolonial.

Pada salah satu dari 13 ruangan tersebut berisi sebuah patung bernama Kyai Rojomolo. Kyai Rojomolo merupakan patung hiasan bagian haluan dan buritan kapal turun temurun dari Pakubuwono IV sampai Pakubuwono IX. Memiliki bentuk kepala raksasa penguasa lautan, dahulu Kyai Rojomolo digunakan untuk hilir mudik melewati Sungai Bengawan Solo. Selain di Museum Keraton Surakarta, Kyai Rojomolo juga disimpan di Museum Radya Pustaka. 

“Nah, peninggalan ini namanya Kyai Rojomolo. Didepannya memang diberi sesajen karena ini benda yang sakral. Pada hari tertentu, disini diadakan penghormatan dan sesaji untuk menghormati Kyai Rojomolo yang sudah berusia ratusan tahun. Saat berada di ruangan ini, para wisatawan harus punya hati yang suci, pikiran yang bersih, dan tutur kata yang sopan.” ucap tour guide museum sambil sesekali memberi penghormatan kepada Kyai Rojomolo dengan menangkupkan kedua tangannya. 

Masih banyak lagi benda yang penuh makna dan sejarah di museum ini. Termasuk pula sejarah Sasana Sewaka dan Panggung Sanggabuwana yang letaknya di samping museum. Disini wisatawan diharuskan menggunakan pakaian sopan dan melepas alas kaki untuk melewati hamparan pasir halus dari Gunung Merapi dan Pantai Parangkusuma yang sarat akan manfaat. Wisatawan juga harus menunjuk dengan sopan dengan memakai ibu jari. 

Museum Suaka Budaya mengajarkan banyak hal terkait sejarah hingga etika dalam berperilaku. Hanya dengan membeli tiket seharga Rp.15.000, wisatawan sudah dapat mengelilingi museum maupun melintasi pelataran Sasana Sewaka dan Panggung Sanggabuwana. Selain itu juga dapat ditemani oleh tour guide yang setia menjelaskan sejarah dengan rinci. Oleh sebab itu, Museum Suaka Budaya layak menjadi salah satu tujuan wisata edukasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Surakarta. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun