Mohon tunggu...
Gilang Nugraha
Gilang Nugraha Mohon Tunggu... Freelancer - Jr. Content Writer

untuk mendukung silahkan donasi di https://saweria.co/Gilangn isi konten Harian Cerita di hari Senin Bertanya di hari Selasa Rabu Esport Kamis Membuka mata Bekal dari Khutbah Jumat Sabtu Sepakbola

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Manchester United Kalah, Salah Siapa?

9 Agustus 2022   14:30 Diperbarui: 9 Agustus 2022   14:32 122 0 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Liga Inggris musim kompetisi 2022/23 resmi dimulai 6 Agustus 2022 Jumat lalu dimana di partai pembuka menghadirkan laga antara Arsenal melawan Crystal Palace yang dimenangkan oleh Arsenal 2-0, membuat semua nama besar penantang juara meraih hasil 3 poin seperti Manchester City, Tottenham, Chelsea dan hanya Liverpool sebagai salah satu kandidat kuat harus juara  tersendat dan berbagi poin dengan tim promosi Fulham di Craven Cottage. Sebenarnya semua mata para pengamat dan fans bola di pekan pertama tertuju kepada pelatih debutan asal Belanda yang saat ini melatih Manchester United. Dimana karena hasil dan permainan yang menjanjikan di pramusim membuat rasa penasaran muncul belum lagi sebuah kampanye revolusi dan tsunami trofi yang selalu menjadi headline di semua pemberitaan sepakbola dunia. Dimana memang Erik Ten Hag membongkar pasang struktur manajemen Manchester United yang dari mulai pelatih kepala, analis, dan juga pelatih akademi.

Sayangnya di laga yang digelar ahad tanggal 7 Agustus 2022 kemarin antara Manchester United melawan Brighton & Hove Albion di Old Trafford menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan fans dimana tim tuan rumah harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 2-1, tidak hanya hasil Permainan tim asuhan Manchester United itu pun sangat berbeda jauh dari harapan dimana umpan-umpan pendek minim sentuhan yang ada pada masa pramusim seolah-olah hilang dari Manchester united, dan para pengamat menyebut bahwa tim itu kembali ke setelan performa terburuknya dimana memang permainan kemarin masih sama seperti era-era pelatih gagal calon suksesor Sir Alex Ferguson. 

Menganalisis sebuah kekalahan Manchester United kemarin

Setiap kekalahan Tim sebesar Manchester United memang seringkali harus ada penunjukan kambing hitam di balik kegagalan mereka meraih kemenangan di saat kemarin pun memang hal itu tidak luput dari perhatian fans dari segi taktikal hingga struktur manajemen seolah-olah kekalahan adalah hal yang haram bagi tim merah Manchester tersebut. Berikut pemaparan kambing hitam kekalahan kemarin yang sesuai yang beredar di sosial media.

  1. Kombinasi Fred dan Mctominay yang sangat buruk

Di pertandingan Manchester United melawan Brighton kemarin Erik Ten Hag masih menggunakan formasi 4-2-3-1 dimana duet double pivot Fred dan Mctominay kembali diturunkan para fans yang menonton pertandingan tersebut lantas mempertanyakan kredibilitas keduanya dalam mengatur tempo permainan, membantu pertahanan dan mengalirkan bola kedepan dimana memang di taktik Erik Ten Hag ini yang mengharuskan posisi yang diisi kedua pemain tersebut menjadi nyawa permainan satu sentuhan ala Ten Hag tersebut namun eksekusinya tidak sesuai dimana kedua pemain ini menjadi kelemahan yang dimanfaatkan para pemain Brighton dalam segi pertahanan, dalam sisi penyerangan pun kedua pemain ini seolah-olah tidak terlihat dan seringkali kehilangan bola yang paling jelas adalah proses dua gol Brighton muncul karena kesalahan Fred dan Mctominay menutup ruang yang kosong oleh kedua fullback mereka yaitu Luke Shaw dan Diogo Dalot .

  1. Cideranya Anthony Martial

Alasan yang kedua adalah cederanya pemain yang performanya paling menjanjikan di pramusim yaitu penyerang tengah mereka yaitu Anthony Martial dimana posisi ini diisi kemarin oleh Christian Eriksen, karena memang konflik antara Cristiano Ronaldo yang menuntut untuk pindah dengan klub mengharuskan dirinya menepikan ego satu pemain itu membuat strategi low block yang dijalankan oleh Brighton sangat berjalan dengan sempurna karena tidak adanya target man didepan dimana kekuatan fisik Eriksen juga akan kalah ketika menghadapi 3 pemain bertahan yang memiliki fisik lebih tinggi dan kuat membuat crossing-crossing dari sisi sayap Manchester United tidak efektif dan selalu dapat dimentahkan. Maka dari itu beberapa fans pun geram dengan pergerakan manajemen dalam mendatangkan pemain di bursa transfer ini untuk membantu efektivitas sistem yang dijalankan oleh Erik Ten Hag.

  1. Performa Terbaik ditunjukan oleh dua pemain debutan 

Pada pertengahan musim lalu Ralf Rangnick mengatakan bahwa musim ini setidaknya tim Manchester United harus mendatangkan minimal 10 pemain untuk mengembalikan performa mereka agar bisa bersaing dengan Manchester City dan juga Liverpool, awalnya hal ini dianggap sebagai sarkastik saja namun melihat pertandingan perkataan Rangnick tersebut ada benarnya dimana memang performa paling bagus ditunjukan oleh Lisandro Martinez dan juga Christian Eriksen 2 pemain yang baru berseragam MU di musim ini. Keinginan Erik Ten Hag akan kehadiran Frenkie De Jong pun sekarang tampaknya sangat masuk akal dimana memang di posisi pemain tengahlah yang menjadi bulan-bulanan Brighton.

  1. Pemberitaan Arnautovic dan Rabiot dibenci fans

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan