Mohon tunggu...
Gilang Nugraha
Gilang Nugraha Mohon Tunggu... Freelancer - Jr. Content Writer

untuk mendukung silahkan donasi di https://saweria.co/Gilangn isi konten Harian

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Solitude Part 4 Part Rani

19 April 2022   19:00 Diperbarui: 19 April 2022   19:06 136
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

Hingga suatu malam ketika Galfi mulai selesai dengan aktivitasnya hari ini lantas notif dari date apps kuning masuk lagi dan nama Rani kembali muncul, " Galfi , kamu ada waktu?"., Galfi yang memang sudah selesai dengan segala pekerjaannya hari itu lantas langsung membalasnya .," Iya aku sedang santai, kenapa?" jawab Galfi

Aku boleh telpon?. Tanya Rani lewat chat itu

Oke telfon aja. Jawab Galfi 

Seketika notif telepon masuk di handphone Galfi. Galfi lantas menjawabnya, iya assalamualaikum?

Walaikumsalam, suara Rani agak lirih

Seketika hening terjadi setelah ucapan salam itu. Beberapa saat kemudian terdengar suara tarikan nafas dari arah Rani dan isak tangis. Galfi yang kaget langsung bertanya, "kamu kenapa Rani kok nangis"?

Lantas tangis Rani semakin menjadi. "Aku gapapa kok" jawab Rani. Galfi yang mengetahui Rani tidak mungkin tidak apa-apa pun lantas menjawab. "Yaudah kalo kamu belum mau cerita gapapa aku temenin kamu nangis okay?" jawab Galfi mencoba sepolite mungkin. Lantas isak tangis pun berlanjut setiap Rani terisak , Galfi hanya bisa berkata sabar ya, yang kuat ya tanpa tahu sebenarnya apa yang membuat Rani menangis. Setelah beberapa waktu berlalu lantas Rani membuka pembicaraan bahwa sebenarnya dia memiliki masalah di lingkungan kerjanya, begitu pula keluarganya. Malam itu Galfi selama 4 jam mendengar cerita dari Rani tentang keluh kesah dalam hidupnya dan sedikit memberikan saran.

Hubungan antara Rani dan Galfi pun mulai menjadi mulai dekat pembicaraan dan semakin hari mereka selalu bertukar cerita tentang betapa sulitnya mereka untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan sosial yang sebenarnya gak terlalu mereka sukai.

Sampai suatu saat Rani bercerita bahwa penyakit Maag nya yang ia miliki kambuh dan sayangnya waktu itu dia memang kos di daerah yang belum cukup ramai penjual makanan karena kebetulan waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Diapun cerita pada Galfi tentang sakit maag yang ia rasakan sekarang, Galfi yang sedang ingin melakukan kepada orang lain pun lantas menawarkan diri untuk mengirimkan makanan kepadanya karena memang kebetulan hari sabtu dan dirinya libur. Rani pun mengiyakan tawaran dari Galfi 

Galfi lantas bersiap untuk pergi membeli makanan untuk Rani dan mengantarkan makanan itu ke tempat Rani tinggal sekarang, sampai akhirnya dirinya sampai disana dan memberikan makanan itu kepada Rani. Galfi yang kemudian memang hanya berniat mengantarkan makanan itu pun pamit pulang namun Rani yang merasa tidak enak akhirnya mempersilahkan Galfi untuk istirahat sejenak. Dan menawarkan minum, pada saat Rani makan mereka pun mulai mengobrol seperti yang sering mereka lakukan di telpon.

Sampai akhirnya Galfi pamit untuk pulang dan Rani mengiyakan hal tersebut namun sesuatu yang tidak terduga terjadi, ketika mereka akan berpisah dan saling berhadapan Rani secara spontan mencium bibir Galfi. Galfi pun terkejut ciuman itu pun tidak berlangsung lama karena suasana semakin canggung Galfi pun mulai kembali ke mobilnya dan pulang, sembari dengan kesal bertanya dalam hati . WTF IS GOING ON!!!! Galfi berteriak dalam mobil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun