Gayahidup

Bus Lintas Surabayaan, merupakan Alternatif Melaju Solo ke Jogja atau Sebaliknya

7 Desember 2017   12:19 Diperbarui: 7 Desember 2017   12:35 213 0 0

Saat ini moda transportasi bus menjadi alat berpergian bagi masyarakat untuk berlibur atau bekerja ke luar kota. Bus Lintas Surabayaan merupakan alternatif masyarakat yang ingin bepergian dari Solo ke Jogja atau sebaliknya jika kehabisan tiket Kereta Api Prambanan Ekspress atau yang lebih dikenal dengan Prameks dan jika masyarakat tidak mau memakai Bus Lokal atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bus Bumel Solo-Jogja.

Bus Lintas Surabayaan terdiri dari dua Perusahaan Otobus (PO) yaitu PO Eka-Mira yang melayani Bus Eka untuk kelas Patas dan Bus Mira untuk kelas Ekonomi AC serta PO Sumber Group yang melayani Bus Sugeng Rahayu baik kelas CEPAT maupun kelas AC Tarif Biasa (ATB) serta Bus Sumber Selamat yang melayani kelas AC Tarif Biasa. Untuk harga yang ditawarkan berbeda sedikit dengan Kereta Api Prameks yaitu selisih 2 ribu sampai 7 ribu, untuk harga Bus Sugeng Rahayu ATB/Sumber Selamat dan Bus Mira cuma merogoh kocek Rp 10.000,- jika memakai kartu langganan dari PO Bus tersebut atau Rp 12.000 jika tidak memakai kartu langganan dari PO Bus tersebut untuk jalur Solo-Jogja dan Bus Sugeng Rahayu CEPAT dan Bus Eka cuma merogoh kocek Rp 15.000,- untuk jalur Solo-Jogja dan sudah plus fasilitas Air Mineral dan Toilet. Hal inilah yang sangat diminati masyarakat jika masyarakat melaju dari Solo ke Jogja atau sebaliknya jika kehabisan tiket Kereta Api Prameks.

Salah satu pekerja yang berkerja di Jogja dan rumah di Solo pernah menuturkan saya lebih suka naik Bus Lintas Surabayaan dibandingkan Bus Lokal Solo-Jogja jika kehabisan tiket KA Prameks karena harga yang ditawarkan lebih murah dan Bus Lintas Surabayaan lebih cepat dan tidak kebanyakan ngetem. Saya mending naik Trans Jogja ke Terminal Giwangan untuk mencari Bus Lintas Surabayaan daripada naik Bus Lokal Solo-Jogja karena harga yang ditawarkan lebih mahal, tidak ada fasilitas AC dan suka kebanyakan ngetem.

Sisi lemahnya dari Bus Lintas Surabayaan yaitu tidak bisa naik dari pinggir jalan kalau tidak jam 20:00-04:00 WIB dan mau tidak mau harus naik dari Terminal Tirtonadi Solo atau Terminal Giwangan Jogja karena demi menghindari keributan dengan awak Bus Lokal Solo-Jogja dan sisi baiknya dari Bus Lintas Surabayaan bisa sampai tujuan lebih cepat, tidak kebanyakan ngetem, harga yang ditawarkan lebih murah dan mendapat banyak fasilitas di dalam bus tersebut.

Untuk menaiki Bus Lintas Surabayaan jika dari Terminal Tirtonadi Solo anda bisa menuju ke terminal pemberangkatan Bus arah barat dan mencari di jalur 1 jalurnya Bus Lintas Surabayaan yang menuju ke Jogja dan jika naik dari Terminal Giwangan Jogja anda bisa menuju ke shelter pemberangkatan Surabaya dan disitu sudah ada Bus yang menuju ke Solo/Surabaya. Anda bisa menaiki Trans Jogja atau angkutan online untuk menuju ke Terminal Giwangan.

Keuntungan jika menaiki Bus Lintas Surabayaan saat melaju dari Solo ke Jogja atau sebaliknya: bisa menambah pertemanan sesama penumpang yang melaju, bisa sampai tujuan dengan cepat, mendapatkan fasilitas yang lebih seperti air mineral dan toilet jika menaiki Bus Sugeng Rahayu CEPAT atau Bus Eka. Dan naik bus Lintas Surabayaan itu sangat menyenagkan dan tidak ada ruginya jika dibandingkan kalau menaiki Bus Lokal Solo-Jogja yang fasilitas nya minim, suka kebanyakan ngetem, dan orang menyebutnya ibarat naik kaleng krupuk didalam bus.

Walaupun awak Bus Lokal Solo-Jogja sering mengeluh dengan hadirnya Bus Lintas Surabayaan tetapi Bus Lokal Solo-Jogja tetap beroperasi seperti biasanya karena sudah ada Standard Operational Procedure (SOP) antara awak Bus Lokal Solo-Jogja dengan awak Bus Lintas Surabayaan yaitu walaupun Bus Lokal Solo-Jogja sudah ngetem 5-10 menit di terminal tetap kosong penumpang tetapi bisa menjemput penumpang yang naik dipinggir jalan karena Bus Lintas Surabayaan hanya melayani penumpang yang naik di Terminal pada siang hari karena pada malam hari Bus Lokal Solo-Jogja sudah tidak beroperasi jadi Bus Lintas Surabayaan diperbolehkan menaikkan penumpang dipinngir jalan pada malam hari.

Dan salah satu keluhan masyarakat berbunyi : "Wong bus koyok kaleng krupuk ngunu kog isih beroperasi lan awak bus lokal solo-jogja sirik mergo akeh penumpang sing munggah bus lintas surabayaan yo jelas penumpang golek sing bus lintas surabayaan mergone fasilitas e wis jelas, regone murah, lan gak kakehan ngetem, kudune bus lokal solo-jogja diganti armada bus e atau regone dimurahke lan gak kakehan ngetem ae."

Mendengar komentar dari masyarakat dapat disimpulkan dan dari situlah tetap Bus Lintas Surabayaan tetap menjadi primadona masyarakat yang melaju dari Solo ke Jogja atau sebaliknya jika kehabisan tiket Kereta Api Prameks karena dilihat dari segi fasilitas, kenyamanan, ketepatan.