Mohon tunggu...
Gentur Adiutama
Gentur Adiutama Mohon Tunggu... ASN di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pecinta bulutangkis dan pengagum kebudayaan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Menyambut NTT Sebagai Rumah Penyanyi Bersuara Emas

5 April 2017   00:16 Diperbarui: 8 April 2017   20:37 0 6 2 Mohon Tunggu...
Menyambut NTT Sebagai Rumah Penyanyi Bersuara Emas
Mario G. Klau dan Andmesh Kamaleng dari NTT. (sumber foto: okezone.com)

Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal suka bernyanyi. Ratusan lagu daerah dengan irama dan lirik yang indah tersebar dari Aceh sampai Papua. Penyanyi-penyanyi bersuara merdu dari Indonesia muncul silih berganti, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Negeri ini tak pernah kehabisan talenta di bidang tarik suara.

Dari semua provinsi di Indonesia, Sumatera Utara dan Maluku selama ini terkenal sebagai daerah asal penyanyi-penyanyi hebat. Mereka sukses mengguncang blantika musik baik di Indonesia, negara-negara tetangga dan bahkan di dunia internasional. Albumnya laris terjual, eksis tampil on-air maupun off-air dan menggondol serangkaian penghargaan bergengsi di dunia musik.

Siapa yang tak kenal Broery Marantika, Bob Tutupoli, Melky Goeslaw, Harvey Malaiholo, Franky Sahilatua, Utha Likumahua atau Ruth Sahanaya? Mereka adalah penyanyi yang sudah tergolong sebagai legenda bagi musik Tanah Air. Bagi mayoritas generasi millennial, mungkin akan lebih familiar dengan alunan lagu dari penyanyi-penyanyi berdarah Maluku seperti Glenn Fredley, Marcello Tahitoe (Ello), atau Gamaliel dan Audrey Tapiheru.

Penyanyi dari Maluku juga menuai sukses di ajang pencarian bakat seperti misalnya Monita Tahalea, Wilson Simon Maiseka, Igo Pentury, dan beberapa lainnya. Mereka mendapat dukungan vote tak hanya dari masyarakat Maluku yang punya ikatan sedaerah saja, namun juga dari masyarakat di provinsi-provinsi lainnya. Ini menjadi bukti bahwa kualitas suara mereka memang diakui dan dipuji se-Indonesia.

Glenn Fredley, salah satu penyanyi Ambon yang paling populer. (sumber foto: javajazzfestival.com)
Glenn Fredley, salah satu penyanyi Ambon yang paling populer. (sumber foto: javajazzfestival.com)
Tak kalah dengan Ambon Manise, ada banyak penyanyi dari Sumatera Utara yang suara merdunya sudah kondang se-Nusantara. Victor Hutabarat, Sandro Tobing, Ucok AKA Harahap, Eddy Silitonga, Ronny Sianturi, Andre Taulany adalah beberapa diantaranya. Selain itu, Marcell Siahaan, Sammy Simorangkir, Donnie Sibarani, Petra Sihombing atau Derby Romero Nainggolan merupakan penyanyi-penyanyi berdarah Batak yang karya-karyanya sangat akrab di telinga pecinta musik berusia muda.

Di kompetisi adu talenta menyanyi yang marak di layar kaca sejak awal decade 2000-an, kita mengenal nama-nama kontestan yang datang dari Provinsi Sumatera Utara seperti Veri Afandi, Joy Tobing, Haikal Nasution, Judika Sihotang, Firman Siagian, Ihsan Tarore, Rini Wulandari, Fatin Shidqia Lubis, Novita Dewi Marpaung, Alex Rudiart Hutajulu, Indah Nevertari, Trio Wijaya, Putri Ayu Silaen, Uma Tobing dan lain-lain. Wow, daftar yang sangat panjang! Tak tanggung-tanggung beberapa dari mereka menyandang status juara di Indonesian Idol, X-Factor Indonesia, Indonesia Mencari Bakat, atau Rising Star Indonesia.

Hampir semua orang Indonesia tahu lagunya Marcell Siahaan. (sumber foto: storibriti.com)
Hampir semua orang Indonesia tahu lagunya Marcell Siahaan. (sumber foto: storibriti.com)
Dengan data-data di atas, wajar bila gelar Maluku dan Sumatera Utara sebagai gudangnya penyanyi keren tak dapat diperdebatkan oleh siapapun. Kota Ambon bahkan mendeklarasikan diri sebagai "City of Music" dan memasang huruf-huruf yang merangkai kalimat itu dalam bentuk berukuran besar di tepi jalan raya dari Bandara Pattimura menuju ke pusat kota. Predikat yang tidak berlebihan.

Namun ada fenomena baru yang menarik dalam dua ajang pencarian bakat menyanyi yang terkini yaitu The Voice Indonesia (season 2/2016) dan Rising Star Indonesia (season 2/2017). Pemenang pertama di kedua kompetisi yang merupakan franchise dari luar negeri itu berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mario Gerardus Klau dari Kupang, Pulau Timor menjuarai The Voice Indonesia pada tanggal 20 Juni 2016. Sementara itu, babak final Rising Star Indonesia pada tanggal 27 Maret 2017 menghadirkan Andmesh Kamaleng dari Moru, Pulau Alor sebagai kampiun.

Lagu “Rock n Roll” dan “Cinta Pertama dan Terakhir” menjadi kunci kemenangan bagi Mario, pemuda yang memulai perjalanannya di dunia tarik suara dari kafe ke kafe. Bersama dengan Kaka SLANK sebagai coach, laki-laki yang punya keunggulan di lagu R&B/Soul ini menjadi orang pertama dari NTT yang mencetak sejarah memenangkan kompetisi menyanyi tingkat nasional yang ditayangkan secara langsung di televisi swasta.

Mario dalam momen kemenangannya. (sumber foto: okezone.com)
Mario dalam momen kemenangannya. (sumber foto: okezone.com)
Sekitar sepuluh bulan berselang, kesuksesan Mario diulangi oleh Andmesh. Pria yang mengikuti berbagai lomba menyanyi sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) ini mengungguli Fauziyah Khalida dari Sumatera Barat dengan lagu ” Making Out Of Nothing At All” di babak Top 2. Alumni SMA Negeri 3 Kupang ini juga dikenal dengan pakaiannya ketika tampil yang memadu padankan kain-kain tradisional NTT.

Andmesh dengan hadiah sebagai juara 1. (sumber foto: indonesiasatu.co)
Andmesh dengan hadiah sebagai juara 1. (sumber foto: indonesiasatu.co)
Kedua penyanyi pria dari NTT ini punya kesamaan, yaitu usianya yang masih sangat muda. Mario adalah kelahiran tahun 1998, sementara Andmesh lahir di tahun 1997. Dengan modal suara emas dan karakter yang menarik, banyak pihak memprediksi keduanya akan punya eksistensi yang panjang di blantika musik Indonesia. Setelah sukses juara di ajang tersebut, kini keduanya siap bersaing sekaligus bekerjasama dengan para penyanyi lain yang usia dan karirnya lebih senior. Lagu-lagu mereka ditunggu tak hanya oleh fans setianya namun juga masyarakat luas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x