Mohon tunggu...
Gaganawati Stegmann
Gaganawati Stegmann Mohon Tunggu... Administrasi - Telah Terbit: “Banyak Cara Menuju Jerman”

Housewife@Germany, founder My Bag is Your Bag, co founder KOTEKA, teacher, a Tripadvisor level 6, awardee 4 awards from Ambassadress of Hungary, H.E.Wening Esthyprobo Fatandari, M.A 2017, General Consul KJRI Frankfurt, Mr. Acep Somantri 2020; Kompasianer of the year 2020.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

3 Makanan Favorit Jerman untuk Malam Natal

24 Desember 2020   21:23 Diperbarui: 25 Desember 2020   11:00 1290
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi Kartoffelsalat (Salat kentang) | sumber: gutekueche.de

Saya memahami, mengapa ketiga makanan itu disebut reporter TV sebagai makanan favorit pada malam natal. Sebab selain enak, murah juga mudah. Orang Jerman itu rata-rata nggak suka basa-basi, nggak suka ribet. Bayangkan saja kalau harus memasak seharian untuk malam natal, belum lagi membersihkan rumah dan hari-hari sebelumnya sudah stress mempersiapkan hadiah natal. Memang lebih praktis dengan ketiga menu di atas.

Oh, iya. Perayaan malam natal di Jerman tampak lebih meriah dibanding perayaan natal pertama dan kedua tanggal 25 dan 26 Desember. Untuk natal hari pertama dan kedua, baru ada makanan berat. Iya, kata suami saya, ini demi merayakan kemenangan setelah sekian lama berpuasa sejak advent pertama.

Babi panggang (dok.Gana)
Babi panggang (dok.Gana)
Selain Schweinsbraten" (babi panggang), Gefluegel" alias Unggas (kalkun, bebek, angsa, ayam) akan dimasak. Bisa saja ada harapan di sana supaya kehidupan mereka terbang tinggi seperti makanan yang disantap. Bukankah unggas punya sayap? 

Makanan ini sudah kondang sejak zaman pertengahan. Dahulu orang memakan ini saat natal hari pertama bukan pada malam natal. Sebabnya, hari natal pertama merupakan hari di mana masa puasa berakhir. 

Jadi pada malam natal makan yang ringan dan cepat seperti salat kentang tadi, lalu baru makan besar yang berat seperti angsa pada hari pertama natal.

Biasanya di rumah kami, suami yang masak untuk natal karena memang tradisinya dan dia suka masak. Saya suka usul supaya unggas yang dimasak, entah bebek atau angsa, supaya perut unggas diisi dengan apel karena rasanya akan manis buah, sensasinya lezat. Tentu saja isinya dicampur dengan roti dan sayur-mayur serta rempah-rempah.

Satu lagi yang saya perhatikan, orang Jerman itu sangat detil dalam menentukan bahan makanan yang akan dimakan. Mereka sangat memperhatikan faktor kesehatan supaya hidup dengan harapan hidup yang tinggi. 

Jadi ketika memilih unggas, mereka ini akan memperhatikan dari mana asal daging. Jika ada tanda D" yang berarti Deutschland" berarti daging aman kerana berasal dari Jerman.

Memangnya dari negara lain nggak sehat? Bisa saja disebabkan adanya kontrol bahan makanan di Jerman itu sangat detil dan ketat sedangkan negara EU lainnya suka-suka. 

Ditambah, kesadaran masyarakatnya akan produk bio, standar yang memperhatikan cara pemeliharaan hewan di kandang, penyembelihan hewan, pendistribusian daging yang baik dan benar, serta mengacu pada ramah linkungan dan jiwa sayang binatang juga sangat tinggi. Ribet, kan. 

Di Jerman tidak bisa sembarangan. Kalau ada quaelerei" (penyiksaan hewan di sebuah peternakan atau perawatan hewan yang tidak semestinya) peternakan bisa ditutup, produknya disegel aka ditarik dari peredaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun