Mohon tunggu...
Frid gato Ma
Frid gato Ma Mohon Tunggu... Nelayan - KEA

ULTRAMEN _ VOLUNTARISME

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kearifan Lokal

14 Februari 2019   13:13 Diperbarui: 14 Februari 2019   13:28 359
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

4.Sistem Teknologi
Sistem teknologi adalah keseluruhan teknik yang dimiliki seorang individu atau suatu masyarakat dalam kaitannya dengan pengumpulan dan pengolahan barang mentah dari alam untuk dipakai menjadi alat yang membantu manusia memenuhi kebutuhan primer. Bertolak dari pengertian ini, maka terdapat beberapa sistem teknologi yang dapat masih dijumpai di wilayah sub etnik ini, yakni:


1.Pembuatan perahu (sapa); menjadi salah satu warisan kreatifitas yang diturunkan dari generasi ke generasi. Biasanya keahlian membuat perahu dimiliki oleh keluarga-keluarga para nelayan. Menarik bahwa bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan perahu di wilayah ini masih murnih berasal dari alam tanpa memakai bahan lain (misalnya paku atau perekat kayu). Hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan bahwa perahu yang dibuat tanpa logam akan lebih membantu para nelayan memperoleh hasil tangkapan yang banyak. Pembuatan perahu ini biasanya memakan waktu satu sampai dua bulan, tergantung pada ukuran perahu atau motor laut yang hendak dibuat.


2.Menenun (senda) ; menjadi salah satu bentuk sistem teknologi yang masih dihidupi masyarakat hingga saat ini. Aktifitas menenun ini biasanya dilakukan oleh sekelompok ibu-ibu (ibu-ibu PKK atau ibu-ibu pengajian). Alat dan bahan yang digunakan pun apa adanya dan tergolong sederhana. Untuk mendapat satu lembar sarung utuh dibutuhkan waktu paling lama 2 hari.


3.Menganyam (ngana); ada beberapa jenis aktifitas menganyam yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat, yakni:
*Menganyam tikar, tempikar,nyiru; biasanya bahan dasarnya ialah daun gebang atau daun pandan hutan. Alat yang dipakai ialah bilah bambu (wudu peri).
*Menganyam kursi, gedek, jendela, pintu; biasanya bahan yang digunakan ialah kulit bambu (peri) yang sudah ditipiskan sesuai dangan ukuran. Alat yang dipakai ialah parang.
*Menganyam kandang ayam (kanda manu); bahan yang biasa digunakan ialah bambu dengan jenis yang kecil (wudu), pelepa pinang (kobha) sebagai tutupan, dan tali gebang (tadi mbolo). Peralatan yang dipakai ialah parang atau pisau.

4. Pencetakan batu merah
 Batu merah merupakan salah satu material utama dalam membangun sebuah bangunan sama halnya dengan batako. Namun pencetakan batu merah sedikit rumit, karena batu hasil cetakan harus dibakar dengan ketentuan panas tertentu demi menjamin kekuatan dari batu merah tersebut. Biasanya dibuat semacam tempat untuk membakar batu-batu yang sudah dicetak. Produksi batu  merah juga masih menggunakan peralatan seadanya.

5.Sistem Religi
Dalam suatu sistem religi, hal yang penting meliputi sistem ini adalah emosi keagamaan, yakni suatu getaran jiwa yang mencakup di dalam aktivitas manusia. Karena adanya suatu getaran jiwa inilah yang mendorong adanya aktivitas yang bersifat religi. Sistem religi juga merupakan jambatan penghubung antara manusia dengan Tuhan. Seiring perkembangan zaman sistem religi tradisional perlahan mulai hilang atau tersamar. Suatu hal yang perlu menjadi perhatian bersama bahwa generasi milenial kebanyakan tidak mengenal unsur-unsur kebudayaan ini.
Dalam perkembangannya agama-agama tradisional berlahan mulai menghilang, namun ritual-ritualnya secara de facto masih sering dilakukan. Sistem religi asli yang biasa dipraktekan oleh masyarakat sejati terarah kepada Sang Ilahi (Ngga'e Dewa) sebagai wujud tertinggi. Ritual tradisional ini biasanya diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Beberapa ritual yang masih dipraktekan oleh masyarakat saat ini adala sebagai berikut:


1.Memberi makan untuk leluhur (pati ka embu kajo)
Ritual ini merupakan kebiasan yang dipraktekan oleh masyarakat dalam memberikan sesaji (ka) kepada leluhur sebagai bentuk permintaan restu untuk berbagai macam aktifitas yang hendak dilakukan. Semisal melanjutkan pendidikan, hendak mengadakan pesta, ingin memulai suatu usaha. Tata cara ritual ini dijalankan dengan cara yang berbeda sesuai dengan kebiasaan individu atau kelompok tertentu.


2.Ritual zola nopo api.
Ritual ini merupakan ritual rutin yang dilakukan mengawali musim tanam. Biasanya ritual ini dipimpin oleh seorang kepala adat dan keturunannya (religi lokal), yang adalah seorang pemangku adat yang secara turun temurun dan diakui sebagai turunan Ebu Meko sampai Tana-Dae. Ritual zola nopo api adalah ritual yang ikut menentukan berhasil atau tidaknya tenaman para petani. Mengingat pengalaman sebelumnya dalam kegiatan membuka lahan dan tanam perdana jenis tanaman jika tidak didahului dengan ritual ini maka alhasil beberapa jenis tanaman  menjadi rusak.
Zoka nopo api dilakukan dengan membakar potongan kayu bekas dan dibuat semacam seremonial dengan mewajibkan masyarakat membawa ayam dan beras, kemudian dimasak dalam wadah bambu untuk selanjutnya disajiakan di bawah pohon untuk leluhur dan sisahnya dimakan bersama-sama oleh masyarakat. Harapan dari ritual ini adalah agar tanaman yang ditanam bisah tumbuh subur dan dijauhkan dari serangan haawa penyakit. Biasanaya sebelum ritual ini berlangsung seorang mosalaki mengumumkan agar semua masyarakat ikut terlibat, terutama saat mosalaki menyanyikan syair-syair adat (soasoda) dia sebuah tempat yang sudah disiapkan (Naik Peo). Selama ritual ini berlangsung semua masyarakat dilarang menyalakan tungku api di rumah masing-masing, tidak ada aktifitas di kebun atau pun keributan-keributan lainnya.


3.Bunyi bambu (mbo peri)
Kebiasan membunyikan bambu juga merupkan salah satu jenis ritual keagamaan yang menandai bahwa ada anggota masyarakat yang meninggal. Orang yang meninggal tersebut biasanya sesorang yang punya jabata penting dimasyarakat seperti tuan tanah atau kepala suku. Ritual ini diyakini sebagai simbol atau petanda bagi para malaikat untuk menjemput arwahnya dan mengantarnya ke surga.

6.Sistem Kesenian
Seperti yang sudah dijelaskan pada sistem teknologi di atas, beberapa sistem kesenian yang masih ada dan dilestariakn  hingga saat ini diantaranya adalah


1.Seni rupa
Biasanya kesenian ini dimiliki oleh orang-orang tertentu yang memiliki kreatifitas  seperti menganyam, menenun, mencentak batu merah, membuat perahu nelayan, melukis dan lain-lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun