Mohon tunggu...
Frid gato Ma
Frid gato Ma Mohon Tunggu... Nelayan - KEA

ULTRAMEN _ VOLUNTARISME

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Kearifan Lokal

14 Februari 2019   13:13 Diperbarui: 14 Februari 2019   13:28 359
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Masih terdapat begitu banyak tanaman yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit dan masih digunakan turun-tenurun hingga saat ini. Tanaman tersebut diminum untuk menyembuhkan penyakit dalam dan dioleskan untuk menyembuhkan penyakit luar. Kemampuan meramu tanaman obat-obatan pun biasanya diwariskan turun-temurun dalam keluarga.


*Pengatahuan hukum : salah satu hukum yang saya tahu dan masih sering dilaksanakaan adalah hukum adat perkawinan, tata cara seorang pihak laki-laki yang hendak ingin membangun hubungan serius dengan seorang perempuan. Terdapat beberapa tahap yang lazimnya dilakukan dan tidak boleh dilanggar, misalnya tahap pertama seorang laki-laki ditemani oleh salah satu sahabatnya mengantar gula dan kopi ke rumah sang perempuan (poto kopi-gula), selanjutnya tatap muka pihak keluarga (tei nia ine-baba), pembelisan (poto ngawu), dan selanjutnya nikah Gereja. Begitu pula dengan yang beragama muslim; pernikahannya biasanya dimulai dari; poto kopi-gula, tei nia, pengajian atau zikir bersama, dan ijat kabul.
Perihal pengatahuan lain, misalnya hukum tentang kepemilikan lahan, hukum sebagai denda atas pelanggaran nilai dan norma-norma sosial (misalnya perselingkuhan,pencurian dan lain-lain), hukum tentang pembangunan rumah atau gedung.


*Pengatahuan filosofis: ada beberapa filosofi yang trend, misalnya:
Filosofi  kerja; bagi masyarakat setempat bekerja identik dengan jiwa seorang yang rajin dan tangguh. Oleh karena itu pantang untuk seorang laki-laki yang telah selasai bersekolah atau yang tidak sekolah untuk tinggal di rumah tanpa pekerjaan. Filosofi ini membuat banyak pemuda yang tidak sekolah rame-rame ke luar negeri untuk mencari kerja.
Filosofi kuma (siput darat) dalam bak; filosofi ini berkonotasi negatif dimana menggambar tentang usaha untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Sebagaimana siput darat (kuma) dalam bak yang akan saling menarik sesamanya yang hendak keluar dari bak, begitu pula dengan masyarakat setempat yang dengan segala upaya akan seling menjatukan sesamanya. Usaha saling menjatuhkan ini biasanya mengunakan ilmu gaib atau pun dengan terang-terangan. Sifat iri hati karena melihat sesorang lebih mapan atau lebih sukses.
Filosofi  air naik batu basah air turun batu kering;  menggambarkan tentang sifat hedonis atau konsumerisme dari masyarakat yang sangat loyal menghabiskan segala hal yang ada. Gaya hidup seperti ini terlihat jelas saat ada TKI/TKW yang pulang kampung; mereka sering menggunakan uang mereka tanpa perhitungan ke depan. Sehingga tidak heran memasuki bulan-bulan berikutnya mereka akan kembali menjadi TKI/TKW karena tabungan mereka habis.

3.Sistem Mata Pencaharian


Ada berbagai mata pencaharian masyarakat setempat dalam upaya untuk  mempertahankan kehidupan mereka. Berikut beberapa diantaranya yang menjadi mata pencaharian paling dominan di sub etnik Nangamboa.


1.Petani dan Peternak
Bertani dan beternak menjadi salah satu profesi yang paling banyak di temukan di wilayah ini. Tentu alasan kepemilikan modal dan lahan menjadi alasannya. Terdapat beberapa petani yang menjadikan lahannya sebagai sebuah usaha untuk memperoleh penghasilan tetap , namun beberapa masyarakat yang lain berprofesi sebagai petani yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan harian kelurga. Kelompok petani seperti ini biasanya bekerja di ladang milik orang lain dengan kesepakatan hasilnya dibagi dua dengan pemilik lahan.
Hasil pertanian: padi (sawah maupun ladang), coklat (kakao), kelapa (nio), fanili, singkong (wai), pisang (muku), sayur-sayuran, dll.
Untuk peternakan biasanya menjadi usaha dari keluarga-keluarga kaya raya. Meraka biasanya bertindak sebagai pembeli dan penjual ternak. Tentu usaha ini menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi para masyarakat setempat.
Jenis usaha ternak antara lain: hewan mamalia (Sapi, babi, kambing), unggas (Ayam dan bebek)


2.Nelayan
Sekitar 40% penduduk yang menetap atau tinggal di pesisiran pantai, 38% diantaranya berprofesi sebagai nelayan tetap. Pendapatan yang diperoleh sangat tidak menentu, semuanya tergantung pada alam. Sejauh cuaca bersahabat maka pengahasilan mereka meningkat, namun bila cuaca kurang bersahabat maka penghasilan meraka sangat memprihatinkan. Situasi demikian pula menjadi alasan buat mereka untuk merantau. Sejauh pengamatan saya, bahwa hampir seluruh keluarga yang tinggal di pesisir pantai, salah anggota keluarganya merantau ke luar negeri.


3.Pedagang
Beberapa penduduk diantaranya juga berprofesi sebagai pedagang. Ada beberapa varian barang yang didagangkan, mulai dari pedagang  minuman keras (moke),beras, bumbu dapur, minyak, buah-buahan, sayur-mayur, , kayu api, dll.


4.PNS
Menjadi PNS (khusunya guru) juga menjadi salah satu profesi yang masih banyak diminati oleh masyatrakat setempat. Mengingat di Nangamboa sendiri terdapat beberapa persekolahan mulai dari PAUD/TK (St. Maria), SD (St. Aloysius), dan SMP (Negeri 5 Nangapanda) dan tentunya memprioritaskan tenaga pendidik yang berasal dari kampung Nangamboa itu sendiri.


5.Meramu
Ada beberapa diantaranya secara tidak langsung berkat bakat serta kemampuannya dilihat sebagai tukang peramu obat-obatan. Keberadaan jasa mereka sangatlah membantu masyarakat, karena tidak jarang berkat obat-obatan yang merek ramu dapat menyembuhkan pasian yang tidak bisa disembuhkan oleh obat medis.
Memahami lebih jauh arti kata meramu (mencari dari alam) maka dimaksudkan di sini juga mencakup diantaranya meraka yang mencari atau mengumpulkan kayu api (profesi yang biasanya ada ketika memasuki musim-musim pesta atau syukuran), para pencari lontar,   pencari atau pengepul batu hijau (banyak ditemukan di wilayah pesisir pantai), dll.


6.Tukang (jasa)
Ada diantara orang-orang yang berprofesi sebagai tukang, mulai dari tukang kayu (ukir atau pahat), tukang tenun,  tukang besi, tukang bangunan, tukang cetak batu merah, dll

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun