Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Beauty Pilihan

Kupas Sejarah, Model, dan Perkembangan Topi, Dari Petasos Hingga Bucket Hat

19 Juni 2022   13:48 Diperbarui: 20 Juni 2022   07:29 1608
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
@poltakhotradero/twitter.com

Dalam perkembangannya ternyata topi juga difungsikan untuk kebutuhan relijius, sekaligus sebagai identitas suatu bangsa.

Sekitar tahun 1130-an, seorang filsuf Yahudi bernama Maimonides kelahiran Cordoba, Spanyol menganjurkan setiap lelaki penganut agama dan berbangsa Yahudi ketika berdoa atau bahkan sehari-harinya mengenakan penutup kepala berdiameter sekitar 15 cm berbahan rajutan  yang menutupi bagian kepala atas.

Topi ini dinamakan Kippah yang hingga kini masih terus dikenakan oleh bangsa Yahudi ketika mereka beribadah.

Selain Kippah, pada abad 13 Masehi topi yang lantas menjadi penanda identitas seseorang adalah topi yang disebut Toque, dengan bahan dasar kain.

Bentuknya seperti silinder biasanya berwana putih. Topi ini kerap digunakan oleh para juru masak untuk menghindari kotoran yang ada di rambut atau mencegah helaian rambut itu sendiri jatuh ke dalam masakan yang tengah diolahnya.

Penutup kepala ini dipopulerkan menjadi topi khas koki oleh Marie Antoine Carerre pada sekitar tahun 1710-an. 

Belakangan, seiring perkembangan jaman Toque dijadikan sebaga standar internasional khusus digunakan para koki.

Memasuki abad pertengahan di Eropa, mulai lah topi dikenakan untuk kebutuhan estetika selain fungsional.

Lebih jauh lagi, topi menjadi bagian penting  bagi para fashionista dari kalangan perempuan bangsawan yang menunjukan kelas sosial seseorang. Pada saat bersamaan, perempuan telah memiliki model topi yang  berbeda dengan para pria. 

Bentuk topi dengan detail lebar di bagian bawah mulai dikenal pada abad ke-19.

Kala itu, desainnya berkembang jadi makin besar dan didekorasi dengan bunga dan pita serta warna-warna yang biasanya senada dengan pakaian yang dikenakannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Beauty Selengkapnya
Lihat Beauty Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun