Mohon tunggu...
Muhammad Fatwa Fauzian
Muhammad Fatwa Fauzian Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa IAIN KUDUS

Seorang manusia.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Agama Identitas

20 Juni 2020   09:03 Diperbarui: 20 Juni 2020   09:20 153 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: purwakartapost.co.id

Penutup tubuh melekat kian indah. Harganya berkali-kali lipat dari uang receh yang biasa digunakan bersedekah. Kamera jernih dari spesifikasi gadget tinggi memotretnya menjadi semakin wah. Netizen lantas terkagum-kagum memujinya dengan komentar: Hijrah.

Pakaian dalam bentuk materi memberikan arti seseorang telah berubah. Menambah kemerosotan ibadah yang murah. Tuhan, sepele itukah bukti kami persembahkan ibadah kepada-Mu?

Pikiran terkurung musabab ayat-ayat sekadar dimaknai terjemah. Segala yang berbaur agama terlihat di layar berdiagonal inci dilihat sebagai pembenaran. Sesuatu yang final dan tak perlu kembali dipikirkan. Tidak boleh dirasionalkan. Membiarkan akal tertidur dan tak boleh dibangunkan. Barangsiapa yang menggunakan akal, dicap kafir disesat-sesatkan. Ohh ... Tuhan, lantas mengapa engkau ciptakan akal?

"Agama adalah candu," kata filsuf yang berjenggot tebal. Agama dalam pandangannya disejajarkan seperti obat yang memabukkan. Inilah sindiran. Orang-orang telah termabukkan. Cintanya kepada agama, melupakan dia seorang manusia. Manusia yang dianugerahkan Tuhan dalam keadaan berbeda-beda. Beda agama menurutnya dianggap calon neraka. Dan surga adalah milik golongannya. Ya ... Tuhan, pesankanlah kami hotel berbintang di surga nanti.

Kudus, 09 April 2019

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan