Mohon tunggu...
Farhan Muhamad Rahman
Farhan Muhamad Rahman Mohon Tunggu... Seniman - Mahasiswa

Windmill

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pengaruh Pandemi terhadap Motivasi Belajar Anak

30 Juli 2021   09:02 Diperbarui: 30 Juli 2021   09:41 30 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengaruh Pandemi terhadap Motivasi Belajar Anak
Ilustrasi hasil olahan pribadi

  Dalam beberapa tahun belakangan terakhir ini kita dihadapi oleh situasi pandemi. Mengharuskan kita melakukan semua kegiatan yang berkaitan dengan sosial dari rumah. Sekolah termasuk kegiatan yang terdampak pandemi. Anak-Anak sekarang harus melakukan kegiatan belajar dari rumah. Media daring kegiatan belajar dari rumah biasanya dilakukan melalui aplikasi penunjang seperti video meeting, google classroom dan media sosial. Media tersebut membutuhkan gadget dan internet, jadi ada kesenjangan di belajar daring ini.

   Biasanya sebelum ada pandemi ini kita belajar di sekolah, perbedaan belajar di sekolah dan belajar daring cukup banyak, seperti jadwal yang berbeda, banyaknya materi yang dibahas dan jumlah tugas yang diberikan. Dengan demikian terjadi perubahan semangat anak-anak dalam hal belajar. Mereka jadi kehilangan motivasi belajar karena dampak pandemi. jika biasanya mereka berkumpul dengan teman-temanya di sekolah sekarang mereka hanya bertemu di video meeting. Banyak hal-hal yang membuat anak-anak kehilangan motivasi belajar mereka karena belajar daring ini.

    Learning loss  menurut The Education and Development Forum (2020) yaitu, adalah situasi dimana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan. Hal ini banyak terjadi di kalangan anak-anak yang merasa belajar di sekolah lebih menyenangkan, karena mereka bisa bertemu dengan teman-temanya, berinteraksi dengan guru mereka dan hal-hal lain yang tidak didapatkan dari belajar dari rumah. Dikutip dari disdikbb.org "Hal ini sebagian besar disebabkan oleh terganggunya proses pendidikan formal. Dalam setahun ini, 75% sekolah di seluruh dunia, sempat bahkan masih belum membuka kembali pembelajaran tatap muka. Data dari berbagai penelitian, terdapat tiga masalah pokok akibat dari sekolah tidak melakukan tatap muka, yaitu : Penurunan tingkat keinginan belajar, banyak kesenjangan perangkat, kemungkinan untuk putus sekolah" banyak pengaruh yang diberikan dari dampak belajar daring ini.

   Banyak upaya yang dilakukan oleh guru-guru demi menjadikan kegiatan belajar daring ini berjalan dengan sebaiknya, namun tampaknya belum bisa menggantikan belajar kegiatan di sekolah. Ada hal-hal dapat dilakukan untuk memininimalisir terjadinya learning loss, dikutip dari disdikbb.org : " ada dua hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan belajar daring dari rumah, yaitu Optimizing teaching and learning supports and resources during school closures dan Offsetting the learning loss when schools reopen dua cara itu mungkin bisa diterapkan apabila pandemi ini bisa berakhir dengan mengulang lagi pelajaran selama mereka dirumah dengan cara yang lebih variatif ", orang tua juga memiliki peran penting terhadap kegiatan belajar daring dari rumah. Setidaknya orang tua dapat membimbing anak-anaknya belajar dengan media lain selain video meeting dari guru-guru di sekolah, misalnya dengan mendaftarkan anaknya ke dalam bimbingan belajar daring seperti : ruangguru, zenius, pahamify dan platform belajar lainya. Anak-anak di rumah juga diharapkan bertahan dalam belajar daring ini. Jangan kehilangan motivasi belajar, tetap semangat, dan tetap aktif dalam belajar dalam media sekolah maupun mencari sendiri dalam media-media di internet.

    Jadi kesimpulanya memang tidak ada hal yang bisa menggantikan pelajaran di sekolah. walaupun berbagai macam cara dilakukan. tapi mau tidak mau kita harus tetap bertahan dalam situasi pandemi ini. Jangan putus asa karena bukan hanya kita saja yang terdampak. Semoga pandemi ini cepat berakhir agar kita Kembali lagi melakukan kegiatan belajar seperti biasanya.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN