Muda

3 M Menjaga Rindu

19 Maret 2018   08:51 Diperbarui: 19 Maret 2018   09:52 416 0 0

Rindu itu ibaratkan daun yang masuk ke lubang sampah, dia suatu saat akan terus terulang namun jika daun itu terurai dengan tanah, maka akan tetap memberi manfaat bagi daerah sekitarnya. Pada hari yang sejuk dan indah ini aku ingin berbagi bagaimana sih menjaga rindu agar tetap tahan lama. Jadi teman-teman pasti selalu terbelenggu oleh rindu, karena rindu tidak dapat diatur oleh waktu, dia akan terus berjalan dan menembus labirin yang penuh dengan jalan liku. 

Namun sob rindu itu hal yang paling nikmat jika kita dapat mengolahnya. Ada orang bilang rindu itu berat, oleh karena itu jangan merindu, tapi menurutku rindu itu tidak berat dan itu suatu hal yang wajar. Banyak lagi definisi tentang rindu yang sebenarnya dapat selalu kita jaga dengan melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Ironinya zaman sekarang selalu mengaitkan ketika kita sudah dalam ikatan pacaran maka rindu itu akan selalu dapat diselesaikan dengan cara saling video call ataupun mengabari satu sama lain. Jika hal itu selalu dilakukan dan dianggap hal yang wajar, maka sesungguhnya rindu sudah kehilangan maknanya. 

Rindu yang selalu berada di dalam keheningan dan dapat dirasakan oleh setiap makhluk akan menjadi lebih indah dengan tidak hanya video call atau saling mengabari, namun dengan saling memperbaiki diri dan menunggu pada saat waktu telah berbicara bahwa rindu itu sangatlah bermakna. Nah disini aku hanya ingin berbagi 3 tips Menjaga Rindu agar kita dapat selalu produktif dan bermanfaat seperti halnya daun yang jatuh dari batangnya, jika daun itu dapat dijaga dan dimanfaatkan seperti dimasukkan ke lubang sampah, maka akan memberi banyak manfaat salah satunya yakni bisa dijadikan kompos. Sudah tidak sabar apa saja tipsnya?? Oke langsung saja simak ya gaes..

Menjaga

Rindu itu lebih baik untuk dijaga, karena semakin kita jaga rindu akan semakin indah bersemi didalam jiwa. Kita bisa ambil contoh ketika kita mulai menanam pohon. Tidak lantas pohon itu akan cepat tumbuh. Tetapi dengan kita selalu menjaga pohon itu dengan menyiraminya setiap hari, maka pohon itu akan tumbuh tegap dan indah. Sayangnya banyak perilaku orang sekarang yang sulit menjaga rindu dan pada akhirnya rindu itu tidak dapat tumbuh tegap dan indah. Maka hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara menjaga rindu seperti halnya menyirami pohon tersebut dan akan dapat bersemi indah didalam jiwa

Menanti

Banyak penantian itu kandas dan tidak berkembang. Apa yang menyebabkan hal itu?? Karena kita kurang bersabar dalam menanti. Ketika kita dapat menantinya dengan sabar dan melakukan kegiatan positif dalam penantian tersebut maka menanti dalam penantian tidak akan menjadi hal yang sulit. Kita bisa mengambil contoh dari pohon yang sudah mulai tegap dan indah. 

Disini kita tetap selalu menanti jika ingin mendapatkan buah yang baik dan manis. Buah itu suatu saat akan dapat dirasakan dan dapat mengobati seluruh rasa rindu yang berada di dalam jiwa. Maka dalam penantian buah ini, kita dapat memberikannya yang terbaik seperti memberikan air yang cukup dan membersihkan lingkungan pohon tersebut, agar ketika pohon itu sudah berbuah, buah itu dapat langsung jatuh ditempat yang sudah bersih dan baik untuk dirasakan, sama halnya dengan rindu, dalam penantiannya, rindu tidak menuntut kita apa-apa, hanya saja rasa sabar dan perlakuan yang baik selama masa penantian.

Mendoakan

Awali semua apa yang kita kerjakan dengan berdoa. Karena sebenarnya manusia hanya dapat merencanakan dan allah lah yang akan menentukan. Maka jika berbicara dengan rindu, marilah kita saling mendoakan agar rindu ini selalu dapat dibimbing dan membawa banyak manfaat. Contoh kecilnya, kita tidak akan pernah tau buah yang berada di pohon itu rasanya manis, tetapi dengan terus berusaha dan tidak lupa diiringi dengan doa, maka hal yang tidak mungkin jika allah memberikan rasa manis pada buah tersebut. 

Terkadang hal yang sulit dalam mendoakan rindu ini adalah rasa istiqomah atau melakukannya secara berulang-ulang. Kita selalu kandas ditengah jalan hanya karena satu buah yang dimakan rasanya pahit padahal kedepannya masih banyak ratusan buah yang belum kita ketahui apa rasa buah tersebut, maka marilah terus berpikir positif dalam mendoakan rindu, rindu ini terkadang terasa pahit, namun buah dari rindulah yang membuat kita dapat selalu bersyukur. Jangan pernah menyerah dalam merindu, bawalah rindu ini ketempat dimana dia bisa mengembangkan pribadi kita untuk menjadi lebih baik lagi. Salam pejuang rindu.

- FS -