Mohon tunggu...
Fadhil Abdillah
Fadhil Abdillah Mohon Tunggu... Graphic Designer, sesekali content writer. -

komentator jalanan sejak sma.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Karena Kita adalah Penghubung Mimpi

5 Februari 2016   17:28 Diperbarui: 5 Februari 2016   17:51 25
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Fri,10-04-2015.

Apa yang membuat kita sampai disini? Sampai ditempat yang kita tidak pernah tahu arahnya. Kita hanya memercayai arah yang kita tuju, untuk sampai disini.

Apa yang membuat kita selalu bertahan? Selalu bertahan disaat semua terasa memuakkan. Kita hanya terus melawan, hingga akhirnya kita terus menikmati hidup.

Apa yang membuat kita terasa spesial? Terasa spesial karena selalu ada hal yang mengejutkan. Kita hanya terus tertawa, menikmati apa yang telah kita lakukan dengan kejutan itu.

 
Kita itu, aku dan kamu.

....

Aku yang dulu, adalah sang pemimpi.

Aku mempunyai mimpi yang sangat besar. Sedangkan aku adalah seorang yang bisa dibilang, ‘miskin’. Tidak sanggup untuk melakukan sebuah hal besar seperti orang kebanyakan. Yang orang sepertiku lakukan adalah membual. Membuat seolah bualan benar – benar terjadi adalah sebuah keahlian.

Makanya aku adalah seorang pendiam. Aku tidak mau mimpi yang besar diikuti dengan sebuah omongan yang besar. Caraku bukan seperti itu.

Aku mempunyai mimpi yang sangat besar. Aku terus mencari hal – hal terdekat untuk mengubah sikapku. Aku menggali informasi untuk memperdalam ilmuku.  Aku berharap bahwa aku berjuang sesuai dengan orang  yang mempunyai mimpi. Dan aku terus berharap.

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun