Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tangisan Pengantar Tidur

30 November 2022   11:02 Diperbarui: 30 November 2022   11:06 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Air mata itu membawa alur cerita

Bahwa dirimu telah lelah

Bahkan Bulir-bulir kistal yang jatuh

Berkisah tentang hatimu yang telah menyerah

Setiap hentakkan kaki di sela tangisan

Tergores keinginan yang tak sempat tersampaikan

Aku sendiri tak tahu apa maumu

Sebab tak ada kata yang terucap

Walaupun di  tengah bulir-bulir kristal ada teriak

Dan walaupun tanganmu terus menyeka air mata

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun