Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Payung Patah

4 Oktober 2022   22:41 Diperbarui: 7 Oktober 2022   16:31 169 23 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://manado.tribunnews.com/2020/12/07/

Meratap aku karena aku tak bisa menatapmu lagi
Menahan sendiri panas dan hujan kehidupan
Kau telah pergi selamanya
Seperti payung sudah patah

Sedih aku membayangkan tumpang tindihnya persoalan hidup
Karena  engkau tak mampu menahan kencangnya angin kehidupan
Lalu terbang ke lain raga
Melindungi dia dari panas dan hujan

Lalu kau hempaskan aku di sini
Seperti payung patah yang kau buang ke tempat sampah
Entah pasukan kuning mengambilnya atau tidak
Itu bukan urusanmu lagi

Berbeda payung
Kau payung patah bagiku
Dan bagi yang lain kau adalah payung berguna
Dan aku payung patah yang mungkin bagimu layak dibuang ke tempat sampah

Tega nian hatimu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan