Mohon tunggu...
Erwindya Adistiana
Erwindya Adistiana Mohon Tunggu... Wiraswasta - Learning by Experience

Penulis pemula yang tertarik pada hal-hal seperti sejarah, militer, politik dan yang lain-lannya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Kisah Mantan Presiden Amerika Serikat George H.W. Bush yang Pernah Luput dari Maut

4 Juli 2022   17:37 Diperbarui: 7 Juli 2022   11:47 2419
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden Amerika Serikat George H.W. Bush di Kokpit Pesawat Grumman TBF Avenger | Sumber Gambar: Bushlibrary

Dentuman keras yang dirasakan oleh Bush dari bawah pesawatnya ternyata memang salah satu tembakan dari meriam pasukan Jepang yang berada di bawah yang mengenai pesawat TBF Avenger Bush. Tidak hanya itu saja, rupanya tembakan tersebut juga mengenai Tanki Bahan Bakar pesawat TBF Avenger yang diawaki oleh Bush dan seketika Kokpit pun dipenuhi dengan asap dan api mulai berkobar di dalam Kokpit Pesawat TBF Avenger Bush. Namun sayangnya Bush masih berada di atas Pulau Chichijima yang merupakan wilayah musuh dan jika Bush dan rekan-rekannya harus terjun melompat keluar ketika pesawat masih berada di atas Pulau Chichijima, sudah dapat dipastikan jika Bush dan rekan-rekannya pasti akan dengan gampang ditangkap oleh pasukan Jepang dan yang lebih mengerikannya lagi, mereka akan dieksekusi oleh pasukan Jepang. Maka dari itu agar mereka tidak tertangkap oleh Pasukan Jepang, maka Bush pun menerbangkan pesawat TBF Avengernya, walaupun sudah rusak parah dan terbakar cukup hebat, sejauh mungkin dari daratan Pulau Chichijima menuju lautan.

Dalam situasi yang sudah teramat sangat kacau karena kobaran api di dalam pesawat TBF Avenger menjadi semakin hebat dan sistem kendali pesawat sudah mulai rusak parah, Bush pun memerintahkan Ted White dan Jack Delaney untuk segera terjun keluar dari Pesawat TBF Avenger, yang sudah terbakar hebat itu, dengan parasut mereka. Tetapi sayangnya Bush tidak mendengar jawaban baik dari Ted White maupun Jack Delaney. Bush bahkan tidak dapat melihat keduanya karena tebalnya asap yang sudah mengepung kokpit Pesawat, yang tersirat di pikiran Bush adalah jika baik Ted White maupun Jack Delaney entah apa mereka sudah terjun keluar dari pesawat atau justru sudah tewas ketika pesawat tertembak.

Pulau Chichijima ketika diserbu oleh armada pesawat Angkatan Laut Amerika Serikat | Sumber Gambar: warhistoryonline
Pulau Chichijima ketika diserbu oleh armada pesawat Angkatan Laut Amerika Serikat | Sumber Gambar: warhistoryonline

Tepat begitu pesawat sudah berada di perairan yang cukup jauh dari daratan Pulau Chichijima, Bush setelah meneriakan perintah untuk melompat keluar dari pesawat kepada Ted White dan Jack Delaney yang masih tidak terdengar suaranya, pada akhirnya melompat keluar dari Pesawat TBF Avengernya yang sudah terbakar hebat itu dan terjun dengan parasut. Seketika setelah jatuh di lautan Bush pun berusaha melepaskan Parasut agar tidak terbelit dengan Parasutnya yang dapat membuatnya tenggelam dan Bush pun berenang naik ke permukaan. Tidak lama kemudian Bush melihat pesawat sang Skipper yang terbang di atasnya dan seperti menuntun Bush pada lokasi jatuhnya rakit pelampung yang dilempar Bush keluar dari Pesawat TBF Avengernya sebelum ia terjun. Bush yang kepalanya terluka akibat terbentur sayap pesawat ketika melompat keluar dari pesawat, pada akhirnya menggunakan sisa tenaganya untuk berenang menuju rakit pelampung. Ketika sudah sampai di rakit pelampung, Bush tersdara jika dua rekannya yang terbang bersamanya, Ted White dan Jack Delaney, tidak tampak sama sekali. Bush sudah tidak mendengar kabar dari White dan Delaney sejak pertama kali pesawat tertembak. Bush mencoba melihat sekitarnya, tapi sayangnya yang terlihat hanyalah lautan luas dan Ted White maupun Jack Delaney tidak nampak sama sekali. Bush juga terus mendayung dengan sisa tenaganya agar rakit pelampungnya tidak bergerak menuju daratan Pulau Chichijima yang masih dapat terlihat oleh Bush dari kejauhan.

Sialnya, Bush menyadari bahwa jika hari itu armada kapal-kapal Angkatan Laut Amerika Serikat, termasuk Kapal Induk U.S.S. San Jacinto tempat Bush ditempatkan, akan berlayar keluar dari wilayah di sekitar Pulau Chichijima dan akan bergabung dengan armada kapal Laksmana William Halshey yang akan menyerbu Kepulauaan Palau. Bush sadar bahwa ia seperti sudah ditinggalkan seorang diri di wilayah tersebut dan hanya dapat berharap jika keajaiban terjadi.


Seperti Sudah Ditakdirkan untuk Menjadi Presiden Amerika Serikat

Bush sesaat setelah diselamatkan oleh awak Kapal Selam U.S.S. Finback | Sumber Gambar: naragetarchive
Bush sesaat setelah diselamatkan oleh awak Kapal Selam U.S.S. Finback | Sumber Gambar: naragetarchive

Setelah terombang-ambing selama empat jam di perairan sekitar Pulau Chichijima, tiba-tiba Bush melihat sebuah periskop kapal selam keluar dari dalam laut. Celaka, Bush mengira jika keberadaannya sudah diketahui oleh Kapal Selam Jepang dan pastinya ia akan ditangkap oleh pasukan Jepang. Tetapi dugaan tersebut sepertinya salah, ternyata setelah Kapal Selam tersebut keluar dari permukaan laut terlihat jelas seorang perwira Angkatan Laut Amerika Serikat keluar dari Kapal Selam. Kapal Selam tersebut ternyata adalah Kapal Selam Angkatan Laut Amerika Serikat yaitu U.S.S. Finback.

Bush pun ditolong oleh para awak dari U.S.S. Finback dan diberi perawatan medis. Tetapi sayangnya tidak dengan Ted White dan Jack Delaney yang masih tidak terdengar kabarnya. Bush menghabiskan waktu selama sebulan di Kapal Selam U.S.S. Finback sebelum akhirnya kembali lagi ke Kapal Induk U.S.S. San Jacinto. Karena jasanya dalam misi di Pulau Chichijima, Bush pun mendapat penghargaan Distinguished Flying Cross yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi bagi penerbang Amerika Serikat.

Tetapi tragedi misi pengeboman di Pulau Chichijima tersebut sepertinya tidak pernah luput dari ingatan Bush, terutama karena rekan sesama awaknya, Ted White dan Jack Delaney, yang tidak pernah lagi terdengar kabarnya setelah kejadian tersebut. Keberadaan atau jasad mereka pun bahkan tidak pernah ditemukan hingga hari ini. Setelah peristiwa tersebut Bush selalu bertanya-tanya kepada dirinya "Mengapa ia Selamat dari Tragedi Nahas Tersebut?" dan "Apakah Rencana yang Sebenarnya Tuhan miliki untuk dirinya?"

George Herbert Walker Bush ketika diambil sumpahnya menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-41 pada 20 Januari, 1989 | Sumber Gambar: Bushlibrary
George Herbert Walker Bush ketika diambil sumpahnya menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-41 pada 20 Januari, 1989 | Sumber Gambar: Bushlibrary

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun