Mohon tunggu...
Ririe aiko
Ririe aiko Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis, Pengajar dan Pengusaha

Penulis, pengajar sekaligus seseorang yang bergelar "ibu" yang hobi memasak, berwisata dan berkreasi.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pantai Tak Nyata (Bagian 2)

15 November 2022   15:14 Diperbarui: 15 November 2022   15:18 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Meski rasa ketakutan belum hilang, tapi kami memutuskan untuk melanjutkkan kembali perjalanan. Masih jelas terekam sosok bayangan anak kecil tadi. Tapi aku tak berani membahasnya dijalan, karena aku takut Andi malah jadi tidak fokus mengemudi.  

"Bun kamu kenapa, kok kaya gemetaran tangannya?"

Aku mencoba berdalih "Ehm... Kayaknya kedinginan, Yah!"

Tak lama kemudian, Andi menepikan motor untuk berhenti sejenak. Ia melihat ke arah jam tangan. Waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Andi berpikir sesaat. "Bun kayaknya kita cari penginapan aja dulu didekat sini ya! Besok pagi kita lanjut lagi!"

Aku pun langsung mengangguk setuju. "Ya udah aku coba cari di aplikasi, siapa tau ada penginapan sekitar sini!" aku pun langsung merogoh hp ditasku. "Duh yah, nggak ada jaringan disini!" 

Lalu Andi pun mencoba mengecek Hpnya.  "Sama, yang ayah juga ga ada jaringan! Duh!" Andi menghela napas. 

"Kita coba cari kedepan lagi aja yah,  Siapa tau ada warga sekitar yang udah bangun!"

Andi pun mengiyakan dan segera menyalakan kembali mesin motornya. Namun belum terlalu jauh kami berjalan, tampak seorang kakek tua mengenakan pakaian muslim berwarna putih. Dari penampilannya, ia seperti hendak menuju  masjid. Sontak Andi pun menghentikan motor dan menghampiri kakek itu.

"Assalamualaikum, Maaf kek ganggu!" si kakek menoleh kearah Andi seraya menghentikkan langkahnya.

"Oh ya kang,  ada apa?  Jawab si kakek sambil mengernyitkan dahi.  

"Maaf kek, deket sini ada penginapan nggak?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun