Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Pendidikan Agama Islam - Universitas Islam Sultan Agung

Berbagi tulisan dari pengalaman pribadi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Berkelana bersama Kereta

28 September 2022   13:37 Diperbarui: 28 September 2022   22:09 110 15 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi by wallpaper better. com. Sebuah ilustrasi lukisan lokomotif kereta api

Berkelana bersama kereta

Hari ini. Angan angan baru mulai bermunculan. 

Disisi lain. Harus ku pendam dan harus dikeluarkan. 

Lokomotif kereta uap ini sejenak merenung sembari membolak-balik buku novel. Membaca penuh keheningan. 


Dulu. Terimakasih... Untaian yang terpatri di memori kereta ini. 

Melihat bunga mekar dan mengatup dan sejauh mata memandang, desa desa hijau asri terperangkap. Potret kamera. 


Sejenak terbesit tabir untuk menyingkap makna

Apalah daya, minum makan manis manis terngiang-ngiang dipelupuk jiwa


Telinga lebar, bibir mungil, Kedua kelopak mata, enggan bergeming. 

Berkelana bersama kereta. Mimpi sejenak ku tebar dan ku singgahi benih benih. 


Sumringah lesung pipi ku hibahkan

Sebentar. Puisi ini harus ku tutup terlebih dahulu. Jangan lupa kasih pembatas halaman. Teringat selalu


Siang ini semakin meradang dengan cuaca semilir angin hanya sekejap. 

Sebenarnya masih banyak. Memori kereta api ini?... 

Suka duka, canda tawa bertabur renungan. 

Kini, hanya bisa mengenang... 

Sejarah puing-puing masa lampau penuh kenangan. 

"Jas Merah". Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah. Potret dahulu, bingkai kemudian dengan linang air mata. 

Jari jemari, merengkuh nya...! Rindu

*Semarang, 28 September 2022*

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan