Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Pendidikan Agama Islam - Universitas Islam Sultan Agung

Berbagi tulisan dari pengalaman pribadi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi: Siang-Siang Terbayang

20 September 2022   12:32 Diperbarui: 20 September 2022   12:34 115 14 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi by Pixabay | Suasana alam dengan matahari yang sangat cerah

Siapa sangka?... 

Kadung, kadang, dan kidung merenda dan membingkai jarum tali-temali jahitan ini

Aduh, sakit. Tertusuk jarum hingga berdarah. 

Mentari siang ini bagai ngengat, menusuk dan berdendang dengan suara bising


Siang-siang terbayang sudah, ingatan masa lampau yang hampir pupus, pudar bakal ditelan zaman. 

Benang merah pembatas antara terdakwa atau berjasa, menyeringai muram hari ini. 

Nampak berbeda dengan azam yang berbeda. 

Sejenak mengukir puing puing bangunan. Hampir hancur. Kamera memotret nya. 


Siang siang terbayang. Aroma masakan ibu dengan harum merekah menyelami bilik bilik kamar, teras hingga dipan dipan singgasana. 

Siang siang terbayang. Begitu meredam emosi sesaat yang sejenak harus ku basuh dengan air mengalir. Sejuk menenangkan. 


Tidak jauh, di sungai itu saja. 

Siang-siang terbayang... 

harap harap cemas.... 

Terjadi atau hanyalah fiksi


Sembungharjo,  M. Erik Ibrahim

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan