Mohon tunggu...
Edy Priyatna
Edy Priyatna Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Kata yang indah adalah keluar dari mulut manismu............... Buku GEMPA, SINGGAH KE DESA RANGKAT, BUKU PERTAMA DI DESA RANGKAT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Sungguh Nyata Adanya Sosok Sederhana Luar Biasa

12 Juli 2019   05:55 Diperbarui: 12 Juli 2019   10:38 0 30 10 Mohon Tunggu...
Puisi | Sungguh Nyata Adanya Sosok Sederhana Luar Biasa
sunrise-503924-960-720-5d229506097f3608825a45a5-5d2800b20d82302e2e672162.jpg

Puisi : Edy Priyatna

Menumpuk menyusuk terus kerongga dada. Ketika reda masih terasa rintik di hati. Berteriak dalam sunyi di jantung genangan rindu. Tanpa tiada meniris ada perubahan-perubahan. Kadang mendadak langit menjadi gelap. Lalu hujan jatuh amat deras. Mengerti mengapa kerap terjadi selamanya. Tak berdaya namun terus sadar adanya pengorbanan.

Ekspresi malam suara deras hujan. Dalam sajak curahan hati. Mungkin perih tanah digali terangkat. Tak kan pernah selesai. Walau pagi maupun musim berganti. Mulai memicu hujan banyak mengganggu perjalanan. Musim begitu tak ternyana. Cukup mendebarkan hati menimbulkan kegelisahan.

Jantung hati ternyata takdir telah mengoyak. Angan tinggal puing nan berserakan. Lempengan helai tak beraturan. Kau begitu indah namun tak dapat diraih. Kau cantik tapi tak bisa dipegang. Kau bahkan tak bisa diraba. Selalu erat dalam pelukan. Bersama langkah tegapku menyusuri belantara.

Sunyi senyap aku merindukanmu. Telah terbang menjauh dari sisiku. Kekasih bila angin membelai wajahmu. Aku sangat suka engkau. Selalu ada dalam jangkauan tanganku. Ketika kau datang hingga pertemuan. Terjadi aku hampir tidak percaya. Sungguh nyata adanya sosok sederhana luar biasa.

(Pondok Petir, 27 Juni 2019)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x