Mohon tunggu...
Eny Choi
Eny Choi Mohon Tunggu... Ganbatte Bushido

Social Worker, Community Development

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Masih Banyak Jalan Meningkatkan Kualitas Hidup

14 Juli 2020   17:11 Diperbarui: 14 Juli 2020   20:10 21 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Masih Banyak Jalan Meningkatkan Kualitas Hidup
Suasana penerimaan peserta pelatihan di PSBR (📸pribadi)


Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jombang sebagai salah satu dari empat PSBR yang ada di Jawa Timur dibawah naungan Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur. Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) selain di Kabupaten Jombang ada di Blitar, Bojonegoro dan Pamekasan. PSBR adalah pelayanan kesejahteraan sosial bagi remaja putus sekolah antara umur 18-23 tahun akibat faktor ekonomi sehingga remaja tersebut mengalami masalah sosial. Putus sekolah dan dalam keadaan tidak mampu menjadi target utama bagi pelayanan PSBR. Jika anak dalam kondisi putus sekolah dan tidak segera mendapatkan pembinaan yang tepat tentu akan menjadi persoalan baru yang tidak mudah untuk diatasi.

Kemarin hari Senin (13/7/2020) PSBR Jombang terjadi kesibukan menyambut kedatangan calon peserta pelatihan. Protokol kesehatan sudah dijalankan begitu memasuki gerbang PSBR. Semua petugas dan pegawai PSBR memakai APD, kendaraan yang masuk disemprot desinfektan, setiap sudut ruang masuk ada tempat mencuci tangan beserta sabunnya, serta di dalam ruangan penerimaan disediakan hand sanitizer. Sekitar pukul 07.30 sudah mulai berdatangan dari berbagai wilayah di Jawa Timur seperti Lumajang, Blitar, Madiun dan masih banyak lagi. Kabupaten Jombang dikawal dari bidangnya ibu Dra. Ec. Mu'jizatun Khoiriyah,M.Si sebagai Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Jombang yang diwakili bapak Tri Suhartono,SH menyatakan sekitar 32 calon peserta pelatihan. Empat anak diantaranya adalah anak keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). KPM PKH yang semuanya dari wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo didampingi oleh pendamping PKH, Bustanul Arifin serta Peksos Supervisor PKH Jombang. Namun pada saat pemeriksaan Rapid Test ada salah satu dari peserta Jombang yang tidak bisa melanjutkan mengikuti pelatihan karena hasil test menunjukkan reaktif covid 19. Terpaksa harus pulang dan menjalani isolasi.

Pelatihan dengan empat jurusan ketrampilan diantaranya ada kelas menjahit, tata rias, las serta otomotif. Semua biaya pelatihan ditanggung oleh Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur. Selama enam bulan peserta berada di asrama PSBR dengan aktivitas tidak hanya ketrampilan seperti yang ditawarkan. Namun berbagai kegiatan lain meliputi pembinaan fisik, mental sosial, bakat dan kemampuan serta keterampilan kerja bagi anak terlantar putus sekolah agar mampu bekerja secara mandiri maupun berkelompok dalam kehidupan bermasyarakat.

"Setelah selesai bimbingan PSBR anak memperoleh alat dan sertifikat. Untuk uang saku tidak ada itu tergantung dari Dinas Sosial masing-masing Kabupaten atau Kota. Lulusan PSBR itu diharapkan setelah selesai bimbingan kembali ke masyarakat dan sudah bisa buka usaha sendiri. Minimal embrio usaha mandiri. 

Setelah diadakan pembinaan lanjut 5 bulan pasca lulus. Anak akan ditinjau, bagaimana perkembangannya. Kalau memang sudah berani buka usaha sendiri nanti diusulkan pengembangan usahanya". Penjelasan dari ibu Sumarni,S.Sos.,M.Si sebagai Pekerja Sosial Ahli Madya di PSBR Jombang.

Semoga harapan dan segala upaya dari Pemerintah bisa membuahkan hasil yang maksimal. Tidak akan ada kata putus asa bagi anak remaja terlantar, putus sekolah atau kemampuan ekonomi yang minimal tidak bisa berkembang. Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Salam sehat.


Peksos Supervisor Kabupaten Jombang
Sri Indaryani,S.Sos.,M.PdI.,M.Sos

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x