Mohon tunggu...
Eny DArief
Eny DArief Mohon Tunggu... Lainnya - An ordinary woman

Halloo, apa kabar?

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bukan Kebetulan Semata

15 Desember 2018   11:53 Diperbarui: 15 Desember 2018   14:15 409
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Bagaimana saya bisa lihat? Saya buta"

"Anda pasti lihat, pasti Anda ambil, tidak ada orang lain, ini padang pasir"

"Geledah saja barang saya"

"Saya tidak percaya!"

Maka ributlah kedua orang tersebut sampai terjadi pembunuhan, si orang tua buta dibunuh oleh si penunggang kuda tersebut. Kemudian dia liat kiri kanan, tidak ada orang, maka dia pergi meninggalkan orang tua yang terbunuh. Dia menganggap uangnya hilang sudah.

Menurut kita kira-kira siapa yang salah dan yang benar dalam kasus seperti tersebut?

Nabi Musa Allaihissalam yg menyaksikan berpendapat bahwa yang salah adalah anak kecil , kalau anak kecil itu tidak ambil kantong uang si penunggang kuda itu maka tidak ada terjadi pertengkaran dan pembunuhan, sesuai yang terlihat oleh Nabi Musa Allaihissalam.

Anak kecil itu sumber masalah. Coba kalau dia minum saja, tidak ambil uang itu, kemudian pergi, maka tidak akan ada pertengkaran dan pembunuhan di mata air itu.

Kemudian Malaikat Jibril datang kepada Nabi Musa Allaihissalam.

"Tuhanmu mengirimkan salam, memang kamu tidak sabar hai Musa, ketidaksabaran itu membuat mu sulit menilai dan melihat keadilan Allah, karena kau tidak sabar"

Dalam riwayat tersebut disampaikan oleh Jibril sbb :

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun