Mohon tunggu...
Eny DArief
Eny DArief Mohon Tunggu... Lainnya - An ordinary woman

Halloo, apa kabar?

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bukan Kebetulan Semata

15 Desember 2018   11:53 Diperbarui: 15 Desember 2018   14:15 409
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pernahkah kita berfikir bahwa semua kejadian di dunia ini bukan kebetulan semata? Melainkan diatur secara berkesinambungan dan brilliant oleh Dzat yang maha mengatur?

Ada riwayat di zaman Nabi Musa Allaihissalam yang diceritakan kembali oleh Ustadz Khalid Basalamah

Diriwayatkan saat Nabi Musa Allaihissalam menyampaikan bahwa ia ingin melihat keadilan Allah didepan mata secara langsung. Maka Allah melalui malaikat Jibril berkata :

"Hai Musa kau tidak akan mampu, kau tidak bisa sabar melihat keadilan Allah kalau dalam kejadian langsung. Kau akan sulit untuk bersabar menunggu, karena ada prosesi-prosesi dalam kasus yang ada"

Nabi Musa Allaihissalam disuruh pergi ke salah satu mata air di sekitar gunung Tursina, dimana sepanjang mata memandang yang tampak hanya padang pasir dan gunung-gunung batu, tidak ada orang disekitar situ, tapi ada satu mata air mengalir.

Nabi Musa Allaihissalam disuruh menyaksikan saja apa yang terjadi dihadapannya, tidak diperbolehkan berbuat apa-apa, diminta bersembunyi untuk menyaksikan.

Kemudian ada orang datang menunggang kuda, turun dari kudanya, karena haus maka dia minum air dari mata air yang mengalir tersebut. 

Pada kantong sebelah kiri penunggang kuda tersebut ada kantong berisi uang cukup banyak, saat dia minum kantong uang tersebut terjatuh, dia tidak sadar, kemudian dia menunggang kuda, lalu pergi.

Tidak lama kemudian datang anak kecil sekitar 9-10 tahun, minum air, dilihat ada kantong, diambillah kantong uang tersebut, kemudian anak tersebut pergi.

Berikutnya datang seorang tua dan buta, mendengar gemericik suara air, maka dia mampir, dia minum disitu. Seketika ternyata si penunggang kuda balik lagi ke mata air tersebut, mendapati seorang tua ada disitu maka dia bertanya :

"Apa Anda lihat kantong uang saya disini?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun