Mohon tunggu...
Entang Sastraadmadja
Entang Sastraadmadja Mohon Tunggu...

Mantan anggota DPR RI era Orde Baru | Anggota Kelompok Kerja Khusus Dewan Ketahanan Pangan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Prabowo Bicara Soal Politik dan Kemakmuran

23 April 2014   23:43 Diperbarui: 23 Juni 2015   23:17 153 2 5 Mohon Tunggu...

Daron Acemoglu dan James A Robinson dalam buku "Why Nations Fail" terbitan 2013, secara tegas menyatakan "politik kuat rakyat makmur". Merujuk pada pengalaman yang terjadi di Amerika Serikat dan Meksiko, ke dua penulis ini mencoba membuat analisis mendalam tentang hubungan antara interaksi politik dan interaksi ekonomi. Mereka menemukan gambaran, sebuah negara atau bangsa yang memiliki "politik yang kuat", cenderung akan mampu memakmurkan warga bangsa nya, ketimbang mereka yang dinamika politik nya terus bergejolak. Pilihan untuk memperkuat politik atau memantapkan ekonomi suatu bangsa, kerap kali mengedepan menjadi perdebatan yang cukup panjang. Tidak ada keharusan bagi siapa pun untuk memilih salah satu atau pun ingin dicapai dalam kurun waktu yang bersamaan. Politik dan ekonomi, dalam kaitan nya dengan "institusi", memang ibarat dua sisi dalam satu koin mata uang. Setiap negara dan bangsa, tentu memiliki kearifan lokal masing-masing. Pemerintahan kita sekarang, juga tidak lepas dari pilihan yang harus ditempuh nya. Tripple Strategy yang dijagokan Presiden Sby dalam mengelola pembangunan, lebih memberi bobot pada penuntasan masalah ekonomi. Diawali dengan "pro growth", bangsa ini mendambakan ada nya pertumbuhan yang tinggi dan mantap. Hal ini diperlukan agar "pro employ" dapat tercapai. Omong kosong kita akan mampu menciptakan kesempatan kerja, manakala pertumbuhan ekonomi tidak mampu kitu wujudkan. Pertumbuhan tinggi dan tercipta nya lapangan kerja, diharapkan mampu menyelesaikan "pro poor". Arti nya, penanganan kemiskinan masyarakat, hanya akan tercapai, sekira nya kita mampu mengejawantahkan "pro growth" dan "pro employ" dalam kehidupan nyata di lapangan. Hampir dua periode masa jabatan selaku RI 1, Presiden Sby tetap konsisten dengan apa yang dicanangkan nya di awal masa jabatan, sekali pun dalam konteks kekinian sering dikumandangkan perlu nya "pro enviroment" atau berpihak terhadap lingkungan. Ke tiga pro bahkan empat diatas, tentu tidak akan memberi hasil optimal, seandai nya tidak ditopang oleh sistem politik yang dinamis, mantap dan stabil. Gonjang-ganjing politik yang tidak terkendali dengan baik, cenderung akan memperlambat pencapaian cita-cita diatas. Itu sebab nya, sekali pun Presiden Sby terekam lebih banyak memainkan peran selaku "politisi" ketimbang selaku "negarawan", kita tetap berharap agar apa yang ditempuh nya itu merupakan upaya guna mewujudkan kemakmuran seluruh rakyat dan bukan hanya untuk pribadi, keluarga, kerabat dan golongan nya saja. Politik dan Kemakmuran bangsa, jelas memiliki hubungan yang sangat erat. Kemakmuran rakyat, hanya akan dapat diraih, sekira nya didukung oleh kehidupan politik yang kondusif. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas dan kewajiban Pemerintah untuk mewujudkan nya. Bila sekarang kita saksikan riuh nya dunia politik yang sedang berlangsung, boleh jadi hal ini merupakan konsekwensi logis dari Tahun Politik menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang. Hanya dengan kecerdasan politik yang mumpuni, maka kita akan mampu melalui nya dengan aman dan selamat. Inilah esensi pemikiran Prabowo Subianto terkait politik dan kemakmuran bangsa.

VIDEO PILIHAN