Mohon tunggu...
Muthiah Alhasany
Muthiah Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Senja Kelabu di Masjid Biru

13 November 2022   16:48 Diperbarui: 13 November 2022   16:58 538
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Bisakah kita ngobrol di salah satu kafe dekat sini?" Dia bertanya dengan nada harap.

"Aku ingin pulang," kataku tanpa basa-basi. 

"Please adinda. Aku ingin bicara denganmu," suaranya memelas.

Aku menimbang dalam hati. Mungkin tidak apa jika memenuhi permintaannya, asal tidak membuka luka lama. 

Udara yang semula terik, mulai mendung. Entah darimana awan kelabu datang berbondong-bondong ke atas masjid biru dan sekitarnya. Walau begitu, kami tetap saja memilih sebuah kafe dan duduk di bawah tenda payung. 

Sinta memesan makanan dan minuman. Raymond, tampak sedikit gelisah. Ia menelan ludah sebelum berbicara.

"Adinda, aku sengaja datang ke Istanbul ini untuk menemuimu. Aku mendapat kabar dari Rudi bahwa adinda sekarang tinggal di sini".

Aku terhenyak,"Untuk apa?"

Ia menghela nafas panjang. "Adinda perlu tahu, istriku sudah meninggal. Aku ingin hubungan kita kembali seperti dulu ".

"Apa?" Aku membelalak.

"Aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengan adinda," bisiknya. Ia menunduk, tak berani menatap. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun