Mohon tunggu...
elvina nabiilah
elvina nabiilah Mohon Tunggu... just a student

Selamat Membaca ^^

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pandemi Mengancam Perekonomian hingga Kesehatan Mental

14 Oktober 2020   21:30 Diperbarui: 15 Oktober 2020   02:39 112 2 0 Mohon Tunggu...

Pandemi tidak hanya meresahkan bagi mereka yang terkena virus covid-19. Masyarakat awam pun bisa merasakan dampak dengan adanya virus covid-19 ini. Salah satu bidang diluar bidang kesehatan yang banyak orang rasakan keresahannya ialah ekonomi. Dikatakan oleh Kemenkeu Indonesia, Sri Mulyani bahwa akan terjadi resesi di kuartal 4 2020 ini. 

Diluar itu, pandemic ini menghilangkan banyak pekerja yang mengakibatkan angka engangguran naik karena PHK besar-besaran. Terhitung hingga 31 Juli 2020 Disnaker mengatakan bahwa lebih dari 3,5 Juta orang di PHK dari tempat kerjanya akibat pandemic tahun ini. Selain pengangguran yang meningkat, orang-orang yang bekerja (baca:pekerja) juga menjadi bagian yang terpengaruh akan adanya pandemic covid-19 ini.

Kualitas dan kebahagiaan para pekerja menurun drastis. Hasil survey Jobstreet terhadap lebih dari 5 ribu pekerja dan pencari kerja di Indonesia bahwa proporsi pekerja yang puas akan kualitas hidup turun dari 92 persen menjadi 38 persen saja. 

Kualitas hidup yang rendah mengakibatkan tingkat kebahagiaan usia produktif di Indonesia turun dengan rincian 49 persen menyatakan bahagia, sekitar 20 persen menyatakan sangat bahagia, 29 persen bahagia dan 33 persen tidak bahagia dimana sebelumnya 62 persen menyatakan sangat bahagia, 28 persen menyatakan bahagia, dan hanya 4 persen yang menyatakan tidak bahagia.

Selain itu, dalam aspek psikologi, telah dilakukan survey dari 1522 orang lebih dari 64 persen mengalami masalah psikolgis cemas atau depresi dengan rincian didominasi oleh kaum perempuan. Pada awal bulan april 2020 PDSKJI meluncurkan swaperiksa kesehatan mental secara online dengan menggunakan instrument khusus yang sudah tervalidasi secara internasional. 

Sejak awal oktober 2020 dari 5661 orang yang tersebar di seluruh Indonesia menyatakan 68 persen memiliki masalah psikologis dan 32 persen tidak terindikasi masalah psikologis. 67,4 persen dari peserta yang terindikasi memiliki masalah psikologis mengalami gejala kecemasan degan banyak ditemukan pada kelompok umur dibawah 30 tahun. Salahsatu kecemasan yang ada ialah financial anxiety atau kecemasan finansial.

Financial anxiety atau kecemasan finansial adalah perasaan khawatir, takut, atau tidak nyaman tentang keuangan diri sendiri. Sama seperti kecemasan psikologis lainnya dimana mungkin akan merasa cemas atau khawatir berlebih terhadap kondisi finansial diri walaupun kondisi financial baik baik saja namun seperti mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi. 

Contohnya, dengan pekerjaan yang baik namun karena adanya pandemic menjadi khawatir berlebihan akan mengalami masalah financial sehingga muncul beberapa gejala seperti merasa gelisah, merasakan detak jantung berlebihan, sesak nafas, dan mungkin mengalami keringat dingin saat membahas atau mendengar tentang finansial. 

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan berbeda, bukan hanya karena kekurangan dana saja. Kecemasan berbeda dengan depresi, kecemasan ialah kekhawatiran terhadap sesuatu berlebihan yang belum terjadi.

Tanda-tanda mengenai financial anxiety diantaranya ialah : gelisah / deg-deg an, berkeringat berlebihan, perut mulas atau pusing, sering buang air kecil atau diare, napas tidak beraturan, tremor atau kedutan, dan gejala lainnya seperti umumnya saat mengalami kecemasan. Tiap orang berbeda-beda dalam gejalanya, maka jangan lupa untuk pahami diri sendiri dan alami perubahan yang terjadi. 

Dalam kondisi kecemasan atau kekhawatiran finansial, seseorang penting untuk selalu berpikir sesuai jendela realitasnya. Misalnya, menyadari bahwa ketidakpastian ini semua orang mengalaminya dan mungkin tidak seburuk orang lainnya, sehingga perlu lebih bijaksana dalam mengelola keuangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x