Mohon tunggu...
Suryan Masrin
Suryan Masrin Mohon Tunggu... Guru - Guru

Penulis Pemula, Guru SD Negeri 10 Muntok (sekarang), SD Negeri 14 Parittiga, pemerhati manuskrip/naskah kuno lokal Bangka, guru blogger

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pandemi Beri-beri di Bangka pada Abad 19

1 Oktober 2020   14:34 Diperbarui: 1 Oktober 2020   15:01 164 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Buku wabah beri-beri

Pandemi BERI BERI di Kepulauan Hindia Belanda Abad 19

"Pulau Bangka"

Tulisan ini adalah ulasan kecil yang dilakukan dengan terjemahan bebas melalui google translate, yang kemudian penulis tuangkan dalam catatan kecil ini. Berharap menjadi sebuah pengetahuan dan memberi manfaat tentang wabah yang pernah terjadi dan juga sedikit mencekam kala itu. Dalam ulasan ini hanya menceritakan hal ihwal yang terjadi di Bangka saja. Pada umumnya, di wilayah lain ini terjadi lebih pada orang tua, "Orang jompo, menurut semua pengamat.

Namun, sedikit  berbeda dengan yang terjadi di Bangka, beberapa kontradiksi; penyakit di sini mempengaruhi lebih banyak orang muda, orang berotot.

Buku ini ditulis oleh Dr. C. F. A. SCHNEIDER dengan judul "BERI BERI" pada tahun 1862, sebagaimana tertulis dalam kata pengantar yang beliau cantumkan dalam buku tersebut. Dalam kata pengantar ditulis tertanggal di Muntok 15 Oktober 1862.

Berikut beberapa ulasan singkat terjemahan bebas yang penulis lakukan.

Bagian kata pengantar:

Di antara penyakit paling menghancurkan di Hindia Timur-tidak diragukan lagi mendengar Beri-Beri, yang mana bahkan sebelumnya beberapa tahun mungkin bisa disebut langka. Ditingkatkan komunikasi pulau-pulau di antara mereka sendiri memiliki perluasan membuat penyakit ini lebih dikenal, dan bermacam-macamnya ekspedisi militer memunculkan banyak orang diger muncul dan pasukan dihancurkan.

Sehubungan dengan ini menjadi mata para tabib menetap lebih pada penyakit mengerikan ini, dan satu muncul

sejumlah besar pesan dan laporan, yang sayangnya, adalah milik dari sifat penyakit menyumbang sedikit.

Penyebab dari hasil yang menyedihkan ini adalah: atau jumlah penderita yang rendah, atau kurangnya kesempatan untuk salah satunya penelitian yang akurat; akhirnya penyakit itu sendiri, yang,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan