Mohon tunggu...
Elly Suryani
Elly Suryani Mohon Tunggu... Human Resources - Dulu Pekerja Kantoran, sekarang manusia bebas yang terus berkaya

Membaca, menulis hasil merenung sambil ngopi itu makjleb, apalagi sambil menikmati sunrise dan sunset

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Pentingnya Smart "Pasca Cooking" Lebaran, Jangan Ada Gulai Hancur dan Basi di Antara Kita

26 Mei 2020   11:15 Diperbarui: 28 Mei 2020   15:00 575
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Foto: shutterstock.com

Semua benda di sekitar kita, semua piranti di rumah kita bisa menjadi smart tools asal kita tau caranya. Smart tools sangat tergantung pada kita, tuan pemiliknya kan.

Orang bilang Handphone sekarang adalah smartphone, telpon pintar yang bisa digunakan untuk banyak hal pintar. Bisa untuk membuat jadwal atau agenda rapat. Bisa untuk menyimpan catatan singkat atau Notes. Bisa untuk menyimpan dokumen dan foto. Bisa untuk ngobrol lewat video call dan upload status dan foto di sosial media dan lain sebagainya.

Begitu pula peralatan lain yang ada di rumah kita. Kompor kita. Lemari baju. Lemari piring. Bahkan kulkas (refrigerator) yang mungkin sudah berpuluhtahun ada di dapur kita dan mungkin telah berapa kali ganti edisi.

Nah sebelum lanjut, mumpung masih di suasana Lebaran saya dan keluarga sekali lagi mengucapkan,
"Selamat Idul Fitri 1441 H" untuk seluruh kawan-kawan semua.

Maaf lahir batin. Semoga kebaikan bersama kita semua. Semoga amal ibadah ramadan kita diterima Allah SWT,
"Taqaballahu minna wa minkum...."  

Lanjut kulkas tadi, pernahkah kita terpikir bisa kita jadikan smart refrigerator meskipun mungkin refrigerator kita tipe jadul atau sederhana? Sudah, bagus. Kalau belum maka boleh baca lanjutannya kawan.

Tips Teknologi Pasca Cooking
Ini berdasarkan hasil sanjo-sanjoan (silaturami saling berkunjung ke rumah-rumah) saat lebaran hampir 5 (lima) tahun lalu. Di sebuah rumah saya melihat seorang kawan yang kebetulan perempuan pekerja (working mom) juga seperti saya. 

Dia begitu efektif dan tertata sekali menggunakan refrigeratornya untuk menyimpan masakan aneka gulai lebaran supaya mudah dan siap saji.

Ya saya ingat dulu ibu saya dan kami di rumah meski telah memiliki refrigerator puluhan tahun, tetap saja saat lebaran tiap pagi dan sore menghangatkan panci besar berisi gulai opor atau anam, rendang dan sambal buncis.

Karena sering dihangatkan maka setiap hari gulai itu bertambah asin, bahkan daging ayam pada opor atau anamnya hancur. Begitupula daging rendang dan malbi. 

Kadang naas, terlambat sedikit saja memanaskan bau agak asam muncul pertanda gulai itu harus dibuang dan tidak layak lagi dimakan karena "Basi". Pengalaman zaman dulu, hiks.

Kawan saya itu tidak menyisakan panci-panci berisi aneka gulai di dapurnya. Semua gulai dan hasil masakan telah dibagi ukuran berapa porsi disimpan dalam tupperware atau plastik lalu dimasukkan dalam freezer. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun