Mohon tunggu...
Sukma
Sukma Mohon Tunggu... Membaca dan menulis akan membuka pikiran

Awali dengan mimpi, mulailah dengan tindakan, iringi dengan doa dan keyakinan, nikmati segala prosesnya, syukuri segala hasilnya,

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Jawaban Untuk Sukmawati

20 November 2019   10:45 Diperbarui: 21 November 2019   16:12 0 1 0 Mohon Tunggu...
Jawaban Untuk Sukmawati
pexels.com

 

Setelah heboh dengan tusuk konde, sekarang Sukmawati kembali membuat gaduh dengan membawa nama Nabi Muhammad Saw. Dalam sebuah acara sebuah diskusi bertema "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme". Sukmawati mengucapkan "Mana yang lebih bagus, Pancasila atau Al-Quran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20, itu Nabi yang Mulia Muhammad Saw. Apa Ir. Soekarno untuk kemerdekaan?". Mendengar ucapan dari beliau, semua orang mungkin akan bertanya, apa yang ada di pikiran seorang tokoh sekelas Sukmawati soekarnoputri sehingga terlontar kalimat yang demikian.

Walaupun beliau telah mengklarifikasi bahwa ucapan beliau itu dipelintir dan video tersebut sengaja diedit untuk menyudutkan beliau, namun hal tersebut sudah terlanjur membuat umat islam terluka dan juga membuat kita geleng-geleng kepala saja mendengarnya. Sukmawati juga mengatakan bahwa ia hanya mengulang pertanyaan yang biasa diajukan para penyebar paham radikal dan perekrut calon teroris untuk disampaikan pada audiens di acara tersebut. Terlepas dari permasalahan kontroversial tersebut, perbandingan yang beliau berikan antara Nabi Muhammad Saw dan Ir. Soekarno tentu tidak sepadan.

Jika dilihat dari kalimat yang beliau lontarkan, "Yang berjuang di abad 20, itu Nabi yang Mulia Muhammad Saw. Apa Ir. Soekarno untuk kemerdekaan?", maka secara spontan setiap orang akan menjawab Ir. Soekarno, karena selain menjadi bapak proklamator, perjuangan beliau dalam merebut kemerdekaan sangatlah panjang. Sedangkan Nabi Muhammad Saw. hidup pada zaman yang berbeda, bahkan bedanya hampir 14 abad.

Perjuangan Nabi Muhammad Saw. dalam memperjuangkan agama islam serta mewujudkan kehidupan yang berkeadilan tanpa ada penindasan sangatlah panjang. Melalui perjuangan Nabi Muhammad Saw. saat ini perbudakan telah hilang, ilmu pengetahuan berkembang pesat, serta peradaban manusia juga telah maju pesat setelah islam menyebar luas.

Cukup menarik mengulik dua kalimat tanya yang beliau sampaikan pada pertemuan itu, yang pertama adalah Pancasila atau Al-quran. Perbandingan yang sangat beda kelas antara wahyu Allah dengan ciptaan manusia. Pancasila di runutkan melalui sidang BPUPKI, semua isi pancasila murni ciptaan pikiran manusia. Beda jauh dengan Al-Qur'an yang merupakan firman Allah swt.

Dalam Qs. Hud ayat 13, Allah Berfirman untuk menantang semua umat manusia yang meragukan kebenaran Al-Qur'an yang berasal dari Firman-Nya. "Bahkan mereka mengatakan : Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-qur'an itu, katakannlah : (kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-qur'an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

Telah 14 abad berlalu Al-Qur'an diturunkan, namun sampai sekarang tidak ada seorang pun yang bisa membuat surah yang semisal dengan Al-Qur'an, siapa pun itu, mau ia sastrawan, pujangga, ilmuwan, atau ahli kitab sekalipun tak ada yang mampu membuat surah yang semisal dengan Al-Qur'an walaupun hanya satu ayat saja.

Dari sisi pengamalan pun jauh beda kelasnya, beberapa waktu lalu seniman nasional Sujiwo tejo di acara ILC yang ditayangkan salah satu tv swasta nasional secara gamblang menyatakan bahwa ada yang salah dari kita dalam mengamalkan pancasila. "boleh celana cingkrang boleh pakai cadar yang penting jangan anti pancasila, pertanyaan saya sekarang, pancasila itu ada gak sih?

Bagi saya gak ada pak, jujur. Yang ada gambar garuda pancasila, ada, teks pancasila itu ada. Tapi pancasila itu tidak ada, siapa yang mau anti pada sesuatu yang tidak ada. Kalau pancasila itu ada, air kita gak beli, lapangan kerja gampang, perusahaan-perusahaan saldonya nol, karena tidak mengejar keuntungan, harta tidak ditulis harta tapi titipan tuhan."

Ada tidaknya pengamalan pancasila pada diri kita hanya kita yang tahu, kita perlu bertanya pada diri kita sendiri apakah diri kita dan lingkungan kita mengamalkan nilai-nilai butir pancasila. Disintegrasi moral yang terjadi saat ini pada kalangan muda serta kebijakan yang diambil pemerintah terutama tentang BPJS dan tarif listrik serta juga BBM bisa jadi poin penilaian kita sejauh mana Negara ini mengamalkan ideologi pancasila.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x