Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sekarang Lapar, Makannya Nunggu Kaya

7 Maret 2021   11:09 Diperbarui: 7 Maret 2021   11:23 84 7 1 Mohon Tunggu...

Negeri antah berantah. Yang kaya riya'. Pamer kekayaan, padahal konon gelarnya Wak Haji. Ngerti agama. Tapi menyalurkan Hobby. Pamer harta, agar dipuji semua manusia. Sebagai sultan, bukan kaleng kaleng.

Yang miskin, tidak terdaftar sebagai orang miskin. Sekarang lapar, makannya nunggu kaya. Balada orang miskin. Tak kenal, maka tak perlu ditolong. Karena tak kenal, tidak bisa memuji si penolong kaya agar viral. Tujuannya riya' belaka.

Kiblatnya sultan timur tengah. Negeri kaya yang rakyatnya dijamin sejahtera. Syah saja mereka, tapi apa pantas dinegeri antah berantah. Yang cari sesuap nasi saja susah.

Kembali Tuntunan Nabi. Tangan kanan memberi, tangan kiri tak boleh tahu. Tapi aneh jaman ini. Sudah tak menolong, tapi malah pamer. Tujuannya biar viral. Disanjung orang kelaparan. Sebagai sultan kaya, hanya menyalurkan Hobby belaka. 

Yang kaya jadilah berkah. Jika kau kaya, disekitar rumahmu masih ada keluarga yang kelaparan, kekayaanmu dipertanyakan Tuhan. Apalagi kamu pamer dan menolongmu hanya yang kenal. Yang tak dikenal, biarkan mati.

Yang miskin jangan ngelunjak. Tetap berusaha dijalan berkah. Semangat duhai kaum miskin. Rejeki Tuhanmu seluas langit bumi. Jangan menyerah, si miskin tak perlu pamer kemiskinan. Agar viral. Karena syukur tersembunyi, menambah berkah kecukupan dari Illahi.

Malang, 7 Maret 2021

oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
7 Maret 2021