Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta

40 tahun puasa menulis dan baru 2 bulan menulis serius tapi santai

Selanjutnya

Tutup

Novel

"Chasing the Rainbow", Mengejar Pelangi Part 5

9 Juni 2019   12:57 Diperbarui: 9 Juni 2019   13:10 0 4 0 Mohon Tunggu...
"Chasing the Rainbow", Mengejar Pelangi Part 5
Dokpri

'Ku terlalu lelah menapaki panggung baru'

Trista hampir tertawa  sendiri membaca tulisan pertama dari saudara kembarnya yang terpisah jauh di lain benua.

'Ku terlalu lelah menapaki panggung baru'

Yap!

Hidup saudara kembarnya memang melelahkan bagi yang sangat mengenalnya seperti dirinya,melelahkan jiwa dan raga bagi yang tak kuat menyangganya.Tetapi si 'pemalas ' itu memang benar-benar tangguh dan tak pernah kehilangan kecantikan lahir dan batinnya.Wonder woman yang 'pemalas' luar biasa.

Pemalas!

Itu sebutannya untuk saudara kembarnya,bahkan kata -kata tak biasa yang dia lontarkan dalam surat-suratnya selalu ditanggapi dengan caption tertawa dan kata-kata'masalah buat lu ?'

Dan kategori sebutan 'pemalas' ini sedang diuji sekarang.Menolak atau menerima dan menggugah semua kadar'nyaman' yang sudah ditingkat mengkawatirkan.

Surat terakhirnya berbunyi tentang kegalauan desakan keluarga besar almarhum suami Tania yang sudah meninggal lebih dari seribu hari dan keluarga besar itu mengkawatirkan statusnya.Yah.

Sebuah kilas balik tentang Tania

Pemain sepakbola tampan ,lalu bekerja mapan,baik ,kaya,berdarah ningrat dan cinta mati pada Tania dan menyayanginya hingga akhir hayatnya dan juga pembelaan terhadapnya dari semua tuntutan keluarga besar Aldo.Keberuntungan hidup Tania dan ketidak beruntungan ketika nasib menjungkir balikkan kehidupan setelah Aldo tiada dan Tania yang biasa dimanja gelagapan menghadapi hidup barunya,uang terkuras habis untuk mengobati sakit Aldo kecuali perhiasan di sebuah safety box bank  dan dia tidak bekerja ketika keluarga besar Aldo meminta agar Tania berhenti bekerja setelah menikah dengan Aldo.

Pertentangan batin yang luar biasa antara wasiat ibu Tania dan ibu Trista dengan wasiat terakhirnya'Gadisku,bahkan setelah menikah nanti bekerjalah,hidup itu tak tentu dan ketika kehilangan seseorang kamu harus punya pegangan agar tak gamang'

Dan Aldo tidak keberatan Tania bekerja setelah menikah dan tahu persis bisa membagi waktu antara karier dan ibu rumah tangga.Aldo tidak pernah keberatan.Tetapi akhirnya tuntutan dari keluarga besar agar Tania berhenti bekerja sebagai pegawai tetap sebuah BUMN ,dia lepaskan dengan sangat berat dan akhirnya menyadari bahwa itu adalah yang harus terjadi.

Kehidupan sulit ketika Aldo tiada,Tania tidak punya uang dan sudah terlepas jarak dari keluarga besar almarhum suaminya,sudah tidak lagi masuk dalam acara-acara disana ,warisan Aldo sudah dipindahkan tangan oleh kakak iparnya yang serakah dan sekarang dirinya hidup bergantung pada pensiun dini suaminya yang tak seberapa.

Trista,kenapa aku tidak menuruti kata ibu?Aku tidak punya uang sekarang,aku tidak punya dan aku sudah biasa tidak berfikir apa-apa tentang uang.Uang begitu mudah bagiku saat aku ada dan semua diatur begitu rupa.Tetapi aku percaya selalu ada rejeki untukku.Sudah diatur .

Apa yang harus kulakukan?

Itu adalah dan cerita sebelumnya dan Tania mengais tabungan perhiasan pemberian Aldo yang tidak tega untuk dia jual dan akhirnya dia jual untuk membangun tanah warisan dari ibu mereka berdua dan membangun sebuah usaha supermarket  dan kos-kosan.Bintang bersinar terang dan kegigihan dan melihat tidak ada lagi guratan di dahi Tania ,hal yang menggembirakan bagi Trista sebagai saudara kembar dengan kehidupan yang lebih beruntung.

Dan Tania terlalu nyaman dengan dirinya.Tidak ada keinginan untuk menikah lagi  dan hanya ingin merawat satu anaknya dengan penuh cinta.

Dan sekarang keluarga besar Aldo mendesaknya untuk menikah lagi dengan salah satu kerabat dari almarhum Aldo.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2