Mohon tunggu...
DZAKY FADHLURRAHMAN
DZAKY FADHLURRAHMAN Mohon Tunggu... Membaca Dunia, Mencerahkan Semesta.

Youth Leader, Youth Entrepreneur.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Covid-19 Pererat Persatuan Bangsa

28 Mei 2020   10:25 Diperbarui: 28 Mei 2020   10:17 122 5 0 Mohon Tunggu...

Yogyakarta, 8 April 2020-Penyebaran pandemi COVID-19 di Indonesia semakin tidak terbendung lagi. Hingga 7 April 2020 tercatat jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia adalah 2.491. Pada awalnya, kasus COVID-19 ditemukan pertama kali di Wuhan, China. Kini, wabah COVID-19 telah menyebar keseluruh negara termasuk Indonesia. Sehingga COVID-19 telah menjadi pandemi baru dunia. Pandemi sendiri merupakan sebuah wabah yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua, yang pada umumnya telah menjangkiti banyak orang.

Di Indonesia kasus COVID-19 ditemukan pertama kali pada 2 Maret 2020. Pemerintah Republik Indonesia segera melakukan berbagai tindakan preventif untuk memotong rantai penyebaran COVID-19. Tindakan preventif yang telah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia meliputi pemberian sosialisasi kepada masyarakat mengenai prinsip social distancing dan physical distancing hingga penetapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  

Dokter dan paramedis yang berjuang digaris depan dalam rangka penanganan COVID-19 di Indonesia telah bekerja secara maksimal dari siang dan malam hari dalam menyelamatkan ribuan nyawa manusia. Namun, saat ini tercatat terdapat 13 dokter yang gugur dalam mengemban misi mulia ini. Para dokter dan paramedis ini berguguran karena kurangnya APD seperti masker, sarung tangan, dan pakaian hazmat.

Gejolak persatuan atas nama rasa kemanusiaan timbul dalam benak seluruh masyarakat Indonesia. Berbagai macam organisasi kemanusiaan kemudian membuka donasi untuk dokter dan paramedis. Penggalangan dana yang dilakukan kitabisa.com tercatat telah mencapai Rp. 21.063.204.950. Jumlah yang amat besar itu akan diberikan kepada dokter dan paramedis berupa masker, sarung tangan, kacamata pelindung, pakaian hazmat, dan hand sanitizer. Barang barang itu kini menjadi amat berarti bagi mereka yang telah bekerja setengah mati.

Mayarakat Indonesia yang sadar akan bahaya COVID-19 melakukan tindakan pencegahan yang dilaksanakan secara bersama sama untuk tetap berada dirumah masing masing. Berbagai kegiatan seperti pernikahan, pengajian, dan arisan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, masyarakat Indonesia terus melakukan komunikasi lewat sosial media. 

Para pemilik akun social media dengan jumlah pengikut yang besar terus memberikan semangat dan dukungan kepada dokter dan paramedis yang tengah berjunag dengan keras. Semangat dan dukungan dalam bentuk kata kata mungkin tidak terlalu besar pengaruhnya bagi mereka namun hal tersebut kini amat berarti bagi mereka yang sedang berjuang di barisan paling depan penanganan COVID-19.

VIDEO PILIHAN