Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Fenomena Childfree Gugat Peran Jadi Orangtua

9 Februari 2023   09:56 Diperbarui: 9 Februari 2023   10:26 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi peran orangtua. Foto: Unplash/Drew Hays via Kompas.com

Istilah child free (CF) barangkali belum terlalu familiar secara umum untuk konteks Indonesia. Hal ini disebabkan oleh faktor budaya dan sosial yang sangat mengikat, di mana menikah atau pun menjadi suami istri selalu mensyaratkan adanya anak. 

Makanya, kerap kali menjadi bermasalah (bahan gosip), aneh, sinis, dan menyakitkan ketika ada pasangan yang menikah dan tak mempunyai anak, apalagi secara bebas dan sadar memutuskan untuk tak mempunyai anak. Bahkan, ada pula yang mengaitkan hal itu dari sudut pandang mistis magis. 

Namun, seturut perkembangan jaman, manusia mengalami dan menghadapi perubahan cara pandang dan laku. Termasuk, cara pandang bahwa buah dari perkawinan tak semestinya ditandai dengan adanya anakTak sedikit yang memilih untuk mengambil jalan bersuami istri tetapi tanpa anak atau child free.

Pastinya, setiap keputusan selalu mempunyai motifnya tersendiri. Ada latar belakang yang melatari keputusan pasangan untuk memiliki anak, rencana jumlah di saat kapan mempunyai anak, atau pun untuk tak mempunyai anak (child free).  Motif keputusan untuk hidup child free juga bermacam-macam.

Saya pernah berkata kepada seorang teman perempuan yang sudah 5 tahun menikah. Kata saya, "semoga segera mendapatkan momongan!'

Jawabannya cukup mengejutkan. Dia mengatakan bahwa untuk saat ini , dia belum memikirkan adanya anak karena dia dan suaminya masih sibuk dengan pekerjaan. Mungkin suatu saat, dia  mempunyai anak. 

Keputusan child free ini dilatari oleh kondisi dan tutuntan hidup. Karir dan pekerjaan dikedepankan daripada memainkan peran sebagai orangtua. 

Seperti terlansir di kompas.com (8/2/23), paling tidak beberapa motif yang mendasari seseorang untuk tidak mempunyai anak seperti karir, lingkungan sosial, biaya mahal, faktor kesehatan, gaya hidup, dan riwayat hidup. 

Apabila ditelaah lebih jauh, beberapa motif yang melatari keputusan child free menjadi tantangan sekaligus bahan evaluasi untuk peran dan status orangtua. 

Ketika dua orang menikah, mereka akan memainkan peran sebagai suami dan istri, dan seyogianya memainkan peran sebagai orangtua. Namun, ketika memutusakan peran child free, peran sebagai orangtua pun dikesampingkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun