Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Maskot Orang Usia Lanjut ala Manchester United sebagai Kampanye Melawan Kesepian

25 Februari 2020   08:03 Diperbarui: 25 Februari 2020   08:13 37 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Maskot Orang Usia Lanjut ala Manchester United sebagai Kampanye Melawan Kesepian
Martial merayakan gol ke gawang watford. Sumber foto: Bleacher Report Football

Sepak bola dan respek melekat antara satu sama lain. Sebuah pertandingan sepak bola tidak hanya berbicara tentang uji talenta dan kehebatan para pemain di lapangan hijau.

Lebih dari itu, sebuah pertandingan sepak bola bisa berbicara tentang respek antar para pemain di tengah lapangan dan para suporter setia yang mendukung dua tim yang berbeda.

Ada salah satu pemandangan yang menarik dalam laga Manchester United kontra Watford pada pekan ke-27 kompetesi Liga Inggris (23/02/2020). Pemandangan menarik itu hadir lewat keberadaan 11 orang berusia lanjut. Usia mereka berkisar antara 61 dan 87 tahun.

Kehadiran mereka berusia lanjut ini merupakan bentuk respek dan kepedulian dari klub atas keberadaan mereka di tengah masyarakat.

Usia lanjut bukanlah akhir dari eksistensi seseorang dalam konteks sosial. Berada pada usia apa pun, seseorang mesti selalu diterima, diakui dan dijadikan bagian dari kehidupan sosial.

Ke-11 orang berusia lanjut ini menggantikan peran maskot yang biasa diberikan kepada anak-anak.

Saat Ole Gunnar Solksjaer dan para pemainnya masuk lapangan, mereka disambut oleh ke-11 maskot orang-orang berusia lanjut. Mereka pun saling berjabat tangan yang disaksikan oleh para penonton yang berkisar 73,346 orang di tribun Old Trafford  (manutd.com 23/2/2020).

Pemandangan yang menarik dan menyentuh. Pada akhirnya, setiap orang akan tua dan akan mengalami situasi di mana mereka alami dan berada saat ini.

Pemberian tempat kepada orang-orang usia lanjut ini merupakan bentuk respek dan perhatian sebuah klub. Mereka tidak terpisahkan dari klub itu sendiri.

Apa yang dilakukan oleh Manchester United merupakan bagian dari kampanye aksi sosial dari Cadbury yang dinamakan "Donate your Words."

Kampanye ini berupaya untuk mengundang banyak orang untuk melakukan sebuah perbedaan bagi orang-orang yang berusia lanjut. Perbedaan itu ditunjukkan lewat kepedulian dan bahasa tubuh yang sederhana kepada orang-orang tua dan tidak membiarkan mereka dalam kesepian.

Betapa tidak, kesepian kerap menghiasi banyak orang saat menginjakkan usia lanjut. Kesepiaan itu nampak lewat ketidakpedulian banyak orang pada keberadaan mereka di tengah masyarakat.

Lewat upaya ini, pihak klub ingin mengundang banyak orang untuk memberikan perhatian pada keberadaan orang-orang yang berusia lanjut. Salah perhatian itu lewat kesediaan dan pemberian waktu untuk berbicara dengan mereka.

Menurut catatan, sekitara 2 juta orang berusia lanjut yang hidup di Inggris. Banyak di antara mereka yang sudah kehilangan kontak dengan teman dan keluarga. Bahkan beberapa di antara mereka begitu jarang berbicara dengan orang lain (givemesport.com 24/02/2020).
 
Apa yang dilakukan oleh tim seperti Manchester United merupakan salah satu upaya untuk tidak membiarkan orang-orang berusia lanjut berada dalam kesepian dan tak dipedulikan. Mereka juga menjadikan sepak bola sebagai instrumen untuk menunjukkan belas kasih dan jembatan untuk mewartakan kepedulian.

Mungkin di tanah air, situasi yang dialami oleh orang-orang tua di Inggris tidak terlalu kentara. Budaya di tanah air masih kental dalam menghormati, menyayangi dan memperlakukan orang-orang berusia lanjut. Bahkan di beberapa budaya, orangtua berusia lanjut mempunyai peran penting dalam konteks hidup sosial.

Meski demikian, apa yang dilakukan di Old Trafford bisa menjadi undangan bagi kita untuk tidak menganggap enteng keberadaan orang-orang berusia lanjut di sekitar kita.

Tidak sedikit orang-orang berusia lanjut yang tidak diperhatikan dan tidak didengarkan. Kesempatan untuk memberikan waktu dan berbicara dengan mereka merupakan upaya untuk mengakui keberadaan mereka dalam konteks sosial.

Manchester United telah menunjukkan kalau sepak bola bukan saja soal talenta dan kepentingan bisnis. Sepak bola adalah instrumen yang tepat untuk mewartakan dan menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan.

Gobin Dd

VIDEO PILIHAN