Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Peminat kata

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Messi dan C. Ronaldo, "Sinar Bintang" yang Tidak Permanen

9 November 2019   17:34 Diperbarui: 9 November 2019   17:40 0 3 0 Mohon Tunggu...
Messi dan C. Ronaldo, "Sinar Bintang" yang Tidak Permanen
C. Ronaldo (Kiri) dan Messi (Kanan). Sumber foto: Bleacher Report Football

Apa yang menjadikan seorang pemain dikategorikan sebagai pemain bintang? Ada pelbagai macam kriteria yang bisa menjadikan seseorang sebagai bintang.

Hal itu bisa dinilai dari faktor kualitas talenta dari sang pemain, daya jual di pasar dan penampilan di lapangan hijau. Pendeknya, seorang pemain sepak bola dikategorikan sebagai bintang karena memberikan faktor pembeda.

Faktor pembeda itu tentunya bermula dari lapangan hijau. Kualitas di lapangan hijau itu bisa menghadirkan kontrak dan tawaran tertentu. Tak ayal, status sang pemain semakin laku dan mengkilap baik itu di dalam maupun di luar lapangan hijau.

Faktor pembeda itu juga nampak lewat pengaruh di lapangan hijau. Pengaruhnya bisa nampak dalam rupa permainan tim. Misalnya, kalau sang bintang bermain, permainan tim tampil dengan baik. Tetapi kalau pemain bintang absen, permain tim juga ikut melempem.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah dua dari sekian pemain bintang saat ini. Kedua bintang ini sudah bersaing lebih dari sedekade. Kebintangan dari keduanya seolah meredupkan pengaruh para pemain lainnya.

Mereka menjadi bintang karena kualitas yang mereka berikan. Entah sudah berapa kali mereka menjadi faktor pembeda bagi tim dalam sebuah pertandingan. Karena faktor pembeda ini, label dan daya jual yang melekat pada kedua pemain ini juga tinggi.

Meski demikian, label kebintangan itu tidaklah permanen. Ada waktunya label itu hanya tinggal kenangan. Label itu hanya menjadi bagian dari sejarah sepak bola seturut usia dan penampilan kedua bintang ini.

Meski demikian, hemat saya faktor kebintangan juga dinilai lewat pembawaan diri para pemain di lapangan hijau. Tidak sedikit pemain bintang yang berusia lanjut, tetapi faktor kebintangan mereka masih melekat karena pembawaan diri mereka di lapangan hijau.

Mereka tidak hanya menunjukkan kualitas, tetapi menunjukkan sikap sebagai seorang pemain profesional.

Menjadi Bintang Karena Pembawaan Diri Sebagai Seorang Pemain
Pertanyaannya, apakah kebintangan Messi dan Ronaldo semakin melekat. Untuk sementara waktu, kebintangan mereka masih melekat. Bahkan keduanya masih bisa bersaing dengan kualitas para pemain muda lainnya.

Contohnya, pada gala perebutan pemain terbaik dunia versi FIFA beberapa bulan lalu. Messi dan Ronaldo masuk dalam tiga besar.

Meski demikian, kebintangan mereka akan pudar seturut dengan usia mereka. Mereka bisa mempertahankan kebintangan itu dengan pembawaan diri mereka sebagai pemain profesional. Acap kali pembawaan diri lebih dikenal daripada talenta yang dimiliki.

Laga antara Barcelona dan Slavia Praha dalam kompetesi liga champions menyisahkan rasa perih bagi kubu Camp Nou. Selain ditahan imbang oleh Slavia Praha (0-0), ada juga momen di mana Messi tidak mengabaikan Griezmann dalam laga ini.

Momen ini tertangkap kamera saat Messi menguasai bola di kotak pinalti dan tidak mengoper kepada Griezmann yang berada pada situasi yang bebas untuk mencetak gol. Messi menjadi sorotan dalam momen itu.

Seperti yang dilansir dalam livesoccertv.com (5/10/19), tidak sedikit fans yang mempertanyakan alasan Messi tidak mengoper bola kepada Griezmann. Apalagi status Messi sebagai seorang kapten dan seorang bintang.

Sebagai seorang kapten, tentunya Messi mesti menempatkan keuntungan bagi tim di atas segalanya. Gol yang diciptakan oleh salah satu rekan setim adalah gol untuk tim secara umumnya.

Pada titik inilah, orang bisa mempertanyakan kapasitas Messi sebagai seorang bintang tim. Kualitas kebintangannya tidak hanya ditunjukkan lewat permainan individual, tetapi juga bermain dalam tim.

Lain cerita dari Lionel Messi, lain pula cerita Cristiano Ronaldo. Ronaldo tampil apik bersama Juventus saat berhadapan dengan Lokomotiv. Namun ada momen yang tertangkap para fans pada reaksi Cristiano Ronaldo. Cristiano Ronaldo agak sedikit tidak senang saat di menit 82 digantikan oleh sang pelatih, Maurizio Sarri.

Sarri kemudian mengkonfirmasi reaksi Ronaldo. Sarri hanya mengatakan kalau Ronaldo tidak senang karena masalah pada lututnya.

Meski demikian, tidak sedikit fans yang mengira kalau Ronaldo tidak senang kalau diganti saat itu. Namanya juga fans, pastinya mempunyai aneka spekulasi yang bisa saja benar, bisa juga salah.
 
Waktu Kebintangan yang tidak Kekal
Ada waktunya status kebintangan sebagai pemain hebat merosot seturut perjalanan waktu. Konsekuensinya beraneka macam. Kalau tidak bisa lagi memberikan yang terbaik, dibangkucadangkan atau dijual kepada tim lain.

Berhadapan dengan situasi seperti itu, seharusnya para pemain yang berstatus bintang mesti selalu bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan dan konsekuensi. Menerima keputusan pelatih dan lebih bermain sebagai tim tanpa peduli pada titel pribadi adalah salah satu cara agar label kebintangan tetap melekat dan bersinar.

Pendeknya, label kebintangan tidak selalu ditentukan oleh kualitas, tetapi hal itu juga bergantung pembawaan diri di lapangan hijau.

Betapa tidak, tidak sedikit pemain yang bertalenta hebat dan mempunyai nilai kebintangan, tetapi mereka tidak dipedulikan karena sikap yang mereka tunjukkan di lapangan hijau.

Sebaliknya saat pemain menunjukkan kualitas dan pembawaan diri yang baik, kebintangan mereka akan sulit meredup.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x