Dona Yanely
Dona Yanely Lainnya

Your children can be around you all day, but if you don't spend quality time with them and you don't pay attention to them and talk to them and listen to them, it doesn't matter that they're just around you. ~ Brandy Norwood ~

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Waspadalah, Awalnya Stroke Ringan, Selanjutnya Stroke

16 Mei 2018   14:37 Diperbarui: 19 Mei 2018   09:54 294 0 0
Waspadalah, Awalnya Stroke Ringan, Selanjutnya Stroke
Awalnya Stroke Ringan, Selanjutnya Stroke (Sumber: Pixabay.com)

Stroke, yang juga dikenal sebagai CVA (Cerebrovascular Accident), merupakan suatu situasi yang mengancam nyawa di mana pasokan oksigen otak terputus yang memicu timbulnya berbagai masalah pada fungsi tubuh seperti proses berbicara, sensasi, perilaku, memori dan pikiran. Stroke juga bisa mengakibatkan kelumpuhan, koma dan bahkan kematian.

Stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kelainan keterbatasan neurologi (sistem saraf) selain penyakit Alzheimer.

Stroke terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah yang menuju otak oleh gumpalan darah beku (stroke thrombosis) atau ketika ada pembuluh darah yang pecah karena aneurisma (stroke hemoragik), suatu kondisi pelebaran pembuluh darah. Jaringan otak yang kekurangan pasokan oksigen akan mati dalam beberapa menit yang menyebabkan berbagai bagian tubuh yang dikendalikan oleh bagian otak tersebut kehilangan fungsinya.

Gejala stroke termasuk di antaranya rasa baal (mati rasa) mendadak dan lemah pada bagian wajah, lengan dan kaki; umumnya di salah satu sisi tubuh. Ciri dan gejala lainnya yang berkaitan dengan stroke termasuk kesulitan berbicara (mengucapkan kata-kata), bicara cadel, penglihatan yang kabur atau bahkan tidak bisa melihat sama sekali (biasanya hanya salah satu mata), pusing tanpa sebab atau sakit kepala hebat secara mendadak.

Hampir sekitar 10% kasus stroke didahului oleh stroke TIA (transient ischaemic attack) atau biasa disebut juga serangan stroke ringan. TIA ini bisa terjadi terlebih dahulu beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan beberapa bulan sebelum serangan stroke yang lebih parah terjadi. 

TIA biasanya berlangsung singkat sekitar 5 hingga 10 menit dengan gejala yang menyerupai stroke, tapi gejala-gejala tersebut umumnya hilang total dan penderita pulih kembali dalam beberapa waktu.

Stroke ringan atau TIA umumnya tidak mengakibatkan kerusakan atau kehilangan fungsional permanen, namun serangan stroke ringan ini bisa jadi merupakan tanda peringatan yang mengindikasikan akan sesuatu yang kritikal sedang membayangi.

Penderita sebaiknya langsung mengunjungi dokter atau UGD untuk mendapatkan evaluasi karena stroke hampir selalu bisa dicegah jika penyebabnya bisa diidentifikasi dan perawatan medikal yang tepat dilakukan.

Stroke biasanya mengakibatkan hilangnya penginderaan atau fungsi tubuh pada berbagai tingkatan tergantung bagian otak mana yang terpengaruh. Sebagian penderita stroke tidak bisa berbicara tapi semua fungsi tubuh lainnya mungkin tetap normal. Ini dikarenakan adanya kerusakan pada area otak yang mengontrol kemampuan berbicara.

Sebagian penderita lainnya mungkin mengalami kelemahan pada salah satu sisi tubuh misalnya pada lengan dan kaki kanan atau bahkan mengalami kelumpuhan total. Hal ini disebabkan oleh serangan stroke yang seringkali terbatas pada satu sisi otak di mana baik otak kiri maupun otak kanan masing-masing mengontrol fungsi tubuh dari sisi yang berlawanan. Jadi, pasien dengan lengan dan kaki kiri yang lemah tentunya mengalami serangan stroke pada sisi kanan otaknya, begitu pula sebaliknya.

Pemindaian MRI atau MRA biasanya bisa mengindentifikasikan di mana serangan stroke terjadi.

Anda bisa mengurangi risiko stroke dengan mengkonsumsi makanan sehat rendah lemak, menjaga tekanan darah tetap rendah, berolahraga, menjaga berat badan, tidak merokok dan melakukan pemeriksaan tingkat kolesterol secara berkala. Melonjaknya tingkat homosistein (asam amino) dalam tubuh juga bisa memicu stroke.

Baca juga: 6 Tips Menurunkan Berat Badan dengan Aman.

Perawatan untuk stroke diawali dengan menggunakan terapi trombolitik untuk melarutkan gumpalan darah dan mencegah kerusakan otak lebih jauh atau serangan stroke lanjutan. Kadangkala, tindakan intervensi bedah mungkin diperlukan tergantung pada jenis dan lokasi sumbatan pembuluh darah.

Terapi fisik dan terapi okupasi penting dan biasanya diperlukan dalam penanganan dan rehabilitasi pasien setelah serangan stroke sebagai usaha memperbaiki dan mengembalikan fungsi motorik tubuh. 

Tujuan terapi adalah membantu pasien memperoleh tenaga dan fungsi motorik yang cukup untuk bisa melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Terapi bicara juga dibutuhkan untuk pasien yang menderita kesulitan berbicara.

Selain terapi, hal penting lainnya adalah membantu pasien penderita stroke untuk mengurangi faktor risiko stroke seperti membuatnya berhenti merokok, mengontrol tekanan darah dan lonjakan tingkat kolesterol.

Demikian. Stroke merupakan penyakit yang serius dan bahkan membahayakan nyawa. Untuk mencegahnya, ikuti pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat dan berolahragalah secara teratur.