Mohon tunggu...
Dody Kasman
Dody Kasman Mohon Tunggu... Administrasi - PNS

"Wong Ndeso" yang bukan siapa-siapa. Twitter : @Dody_Kasman

Selanjutnya

Tutup

Travel Artikel Utama

Menatap Keindahan Gunung Bromo dari Puncak Seruni Point

7 Januari 2019   22:59 Diperbarui: 9 Januari 2019   20:08 1600 9 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menatap Keindahan Gunung Bromo dari Puncak Seruni Point
Anjungan pandang Puncak Seruni Point | dokpri

Pepatah "Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu baru senang kemudian" cocok untuk menggambarkan perjuangan menikmati keindahan Gunung Bromo dari spot terbaru dan terkeren, Puncak Seruni Point. 

Betapa tidak, untuk mencapai "point" di ketinggian 2.400 mdpl itu, kta harus melalui 256 anak tangga. Tapi tunggu dulu, bukan cuma itu. Dari lokasi parkir untuk umum menuju anak tangga pertama, kita harus berjalan mendaki dengan kemiringan hampir 45 derajat sejauh kurang lebih 350 meter.

Anak tangga menuju Puncak Seruni Point
Anak tangga menuju Puncak Seruni Point
Meski cukup menantang dan sudah terbayang capeknya, tak menyurutkan semangat pengunjung untuk terus berjuang sampai Puncak Seruni Point. Apalagi dari parkiran, kecantikan panorama Gunung Bromo sudah nampak menggoda, bikin makin penasaran seperti apa keindahannya jika di lihat utuh dari atas sana. 
Jalan menanjak menuju anak tangga
Jalan menanjak menuju anak tangga
Tapi jangan khawatir, untuk mengurangi rasa lelah saat menaiki 256 anak tangga tersedia tujuh titik sebagai tempat beristirahat sejenak.

Sebidang lantai datar yang disebut bordes itu cukup membantu pengunjung untuk mengambil nafas dan mengumpukan tenaga. Termasuk saya yang memanfaatkannya menyambung nyawa dengan dalih berhenti sebentar untuk menelpon, padahal sebenarnya nafas sudah ngos-ngosan dan pandangan mulai berkunang-kunang.

Ya, pagi itu Minggu (6/1/20190), saya berkesempatan menjajal spot pandang Bromo yang sedang hits itu bersama beberapa rekan kerja. Seperti biasa, saya kebagian tugas liputan sekaligus memfasilitasi rekan-rekan media yang juga meliput aktivitas desainer Lia Afif di Puncak Seruni Point.

Para model desainer Lia Afif di Puncak Seruni Point
Para model desainer Lia Afif di Puncak Seruni Point
Kebetulan Minggu pagi itu Lia Afif menjajal anjungan di Puncak Seruni Point sebagai "catwalk" untuk peragaan busana dan sesi pemotretan desainnya yang mengangkat batik khas Kabupaten Probolinggo. Rencananya ia akan membawa batik khas Kabupaten Probolinggo sebagai bagian desainnya pada ajang Hongkong Fashion Week 2019 yang akan digelar 14-17 Januari 2019. 

Yang luar biasa, Lia Afif beserta beberapa model dan krunya bisa sampai lebih dulu di puncak Seruni Point dan sudah memulai sesi pemeotretan sekaligus fashion show saaat saya dan rekan-rekan media baru tiba. Tak nampak sama sekali raut muka lelah di wajah mereka, justru kehadiran Lia Afif dan para modelnya yang membuat rasa lelah saya lenyap seketika.

"View" dari Puncak Seruni Point ke kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya memang sangat mempesona. Dari situ kita bisa sangat jelas menyaksikan keindahan Gunung Bromo dengan hamparan lautan pasir di sekelilingnya, kawah Bromo dengan kepulan asap tipisnya, megahnya puncak Mahameru di kejauhan, pemukiman masyarakat Tengger hingga perbukitan hijau di sekitarnya. Bahkan pada saat tertentu, awan bergelombang muncul di sekeliling Puncak Seruni Point.

Awan di sekitar Puncak Seruni Point
Awan di sekitar Puncak Seruni Point
Dari spot yang disebut-sebut sebagai saingan bukit Penanjakan Pasuruan ini, keindahan matahari terbit dan tenggelam juga bisa dilihat dengan sangat jelas. Itulah mengapa, usai diresmikan oleh Bupati Probolinggo beberapa waktu lalu, Puncak Seruni Point langsung diserbu wisatawan dari berbagai daerah. 
Gunung Bromo dan Lautan Pasir nampak jelas dari Puncak Seruni Point
Gunung Bromo dan Lautan Pasir nampak jelas dari Puncak Seruni Point
Perjalanan melelahkan yang harus ditempuh pengujung, akhirnya terbayar impas setelah menyaksikan keindahan alam sekitar Bromo sesampainya di Puncak Seruni Point. Pengunjung disambut dengan empat pilar tugu Brawijaya sebagai perlambang kejayaan Kerajan Majapahit. 
Empat pilar tugu Brawijaya nampak dari belakang anjungan pandang
Empat pilar tugu Brawijaya nampak dari belakang anjungan pandang
Tempat ini menjadi favorit pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan alam kawasan Bromo yang mempesona. Demikian pula dengan Lia Afif dan para modelnya yang juga menjadikannya catwalk peragaan busana dan sesi pemotretan sehari itu.

Sebagai informasi tambahan, Puncak Seruni Point dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan dana APBN sebesar Rp. 5 miliar. Bangunan megah yang berlokasi di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura ini diresmikan oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari pada tanggal 18 Desember 2018.

Sekedar saran, sebelum berkunjung ke Puncak Seruni Point siapkan fisik untuk menempuh jalan mendaki dari area parkir dan ratusan anak tangga untuk sampai ke spot tertinggi. Bawa air minum secukupnya untuk melepas dahaga dan makanan kecil penambah energi, sebab di sepanjang tangga hingga anjungan pandang di Puncak Seruni Point tak ada penjual minuman dan makanan. 

Hati-hati juga jika bersandar di pagar pembatas sepanjang tangga dan sekeliling anjungan pandang Puncak Seruni Point. Sekuat apapun pagar pembatas tersebut tentu punya batas kemampuan untuk menopang beban. Sangat riskan jika terlalu banyak orang bersandar di situ. 

Perlu juga ada peringatan kapasitas maksimum daya tampung pengunjung di anjungan menara pandang di Puncak Seruni Point. Sebab sekokoh apapun bangunan tersebut didesain, tentu ada limit daya tahan maksimalnya. Tentu sangat beresiko jika sampai kelebihan beban.

Akhirnya, dengan gambaran perjuangan yang cukup melelahkan untuk sampai puncak dan beberapa warning yang perlu diperhatikan tersebut, Puncak Seruni Point sangat layak bahkan wajib dikunjungi mereka yang ingin memanjakan mata dan merefresh indera penglihatannya. Hitung-hitung juga olahraga yang menyehatkan.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN