Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Fenomena Mati Muda, Ada Apa Gerangan?

11 Februari 2020   10:00 Diperbarui: 11 Februari 2020   09:54 240 1 1 Mohon Tunggu...

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, turut berduka cita atas wafatnya si fulan karena sakit". Dua minggu lalu saya terima kabar ini dari sebuah grup WA, itupun berselang seminggu sebelumnya ada juga seorang kawan yang meninggal terkabari di grup WA satu lagi. Dalam setahun belakangan ini, setidaknya sudah sekitar lima orang kawan meninggal dunia dalam usia yang relatif muda. Bahkan bila dirunut selama lima tahun ke belakang, sudah belasan teman mendahului pergi ke akhirat.

Di WA grup Kompasiana beberapa bulan lalu seorang tokoh senior K wafat, juga seorang aktivis yang masih tergolong muda usia menyusul. Penyebabnya bermacam-macam, ada yang memang sudah sejak awal menderita penyakit, ada pula yang tiba-tiba mendadak tanpa disertai tanda-tanda sakit sebelumnya. Rata-rata usianya masih di bawah 50 tahun namun sudah berangkat duluan menuju alam baka.

Kematian memang sudah takdir yang digariskan oleh Tuhan menurut kitab suci yang kita yakini. Namun ini menjadi sebuah fenomena menarik manakala terjadi di usia yang masih produktif dan jumlahnya cukup besar, paling tidak menurut ukuran saya. Sebuah usia yang sebenarnya sedang matang-matangnya dalam berkarir maupun berkarya. Ada yang bilang, mungkin Tuhan terlalu sayang akan kebaikannya sehingga lebih dulu dipanggilNya menghadap.

Bila dicermati lebih jauh, ada beberapa kemungkinan penyebab mengapa mereka mati dalam usia sangat muda, antara lain:

1. penyakit

Beberapa orang kawan meninggal karena sudah mengidap penyakit selama beberapa bulan, bahkan ada yang tahunan. Penyakit yang sering jadi penyebab kematian antara lain diabetes, dan ginjal, bahkan jantung. Hal ini biasanya disebabkan oleh pola makan yang kurang tepat, malas bergerak, konsumsi junk food dan minuman bersoda yang berlebihan. Bisa juga karena penyakit turunan seperti diabetes dan ginjal yang lemah tanpa diantisipasi dengan pola makan yang baik.

Penyakit sekarang memang unik, kalau dulu biasanya hanya terjadi pada orang tua di atas usia 50 tahun, sekarang justru menyerang siapapun termasuk usia produktif. Bahkan ada pasien masih SMP sudah terdeteksi gagal ginjal, padahla dari segi usia jauh lebih muda dari saya. Diabetespun sekarang mulai menyerang manusia di bawah usia 50 tahun, demikian pula dengan jantung. Datangnyapun kadang tak diduga, hanya karena habis check up tiba-tiba baru terdeteksi semua penyakit yang menggerayangi tubuhnya.

2. stress

Ini yang mungkin agak sulit terdeteksi karena hanya yang bersangkutan yang mengetahui persis tingkat stressnya. Kematiannya kadang datang secara mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, hanya sesaat sebelum meninggal tiba-tiba tampak seperti sesak nafas dan mual lalu terjatuh. 

Secara fisik tubuhnya sehat, bahkan sehari atau bahkan beberapa jam sebelum kematiannya sempat ngobrol santai dengan orang terdekatnya tanpa terlihat ada tanda khusus atau penyakit yang diidapnya. Sayapun sempat ngobrol dengan seorang teman dua hari sebelum kematiannya, padahal dia tampak sehat dan ceria saat sedang berbincang-bincang santai di sebuah warung kopi.

Konon menurut sebuah penelitian, sakit atau meninggal 80% berasal dari pikiran. Pikiran negatif sangat mudah memicu terjadinya stress yang akhirnya menimbulkan sakit seperti jantung atau sesak nafas. Tekanan tinggi dalam pekerjaan maupun karir menyebabkan seseorang mudah untuk terkena stress yang berujung pada kematian mendadak. Stress yang tinggi menyebabkan tekanan darah naik, dan aliran darah yang kurang lancar menyebabkan kekurangan oksigen di otak sehingga menimbulkan sesak nafas dan akhirnya meninggal di tempat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x