Mohon tunggu...
Dino
Dino Mohon Tunggu... Guru - Guru SMAN 39 Jakarta

Di atas sana, di ladang awan Senyummu membelai matahari yang malu Angin berbisik memperdengarkan Bahwa senyummu meruntuhkan langit yang biru.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Senyummu Meruntuhkan Langit Keenam

26 April 2024   11:45 Diperbarui: 26 April 2024   11:49 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Senyummu Meruntuhkan Langit Keenam, sumber gambar: Unplash

Di dalam sorot matamu yang memancar,

Senyummu mengalir bak sungai berwarna.

Melintasi lembah hatiku yang sunyi,

Meruntuhkan langit, membawa cahaya terang.

Tiap senyummu membangun sebuah cerita,


Di dalam relung hati yang sunyi terdiam.

Seperti pelangi yang memeluk awan,

Senyummu melukiskan keindahan abadi.

Angin berbisik memuji keanggunanmu,

Di antara awan yang menari-nari.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun